Benar-benar di luar pikiran ku.
"Tidak. Lagian untuk apa saya memiliki hubungan dengan atasan saya sendiri?"
"Sudah banyak hal seperti itu terjadi," kata Pak Adhitama.
"Memang. Tetapi tidak untuk saya." tegasku geram.
"Benarkah?" Pak Adhitama mengangkat sebelah alisnya seolah menantang ku.
Sedangkan aku sudah muak. "Maaf, aneh sekali. Kenapa anda mempertanyakan hal di luar dugaan saya?"
"Saya hanya memastikan benar atau tidaknya. Sebagai teman lama Gian, saya tidak ingin dia terjebak pada cinta yang salah lagi. Jadi, tidak ada salahnya jika saya bertanya." Pak Adhitama tersenyum tipis. Aku menghela napas.
"Anda sangat salah paham. Saya tidak menjalin hubungan apapun dengan Pak Gian. Apa saya terlihat dekat dengan Pak Gian?" tanyaku menatap serius.
"Sangat terlihat. Bahkan melebihi kata dekat."
Jantung jadi berdegup kencang, "Maksud anda?"
"(Jangan bilang Pak Adhitama tau jika aku pernah melakukan itu dengan Pak Gian?)" Disini aku mulai tegang.
"Sebelumnya saya hanya ingin mengatakan, jangan sampai kamu terperangkap dengan permainan yang Gian buat. Sebagai teman lama tentu saya tau segala hal tentang nya. Jadi, saya bilang seperti ini karna saya tidak ingin kamu terlibat lebih dalam lagi." jelas Pak Adhitama membuat ku mengernyit.
"Permainan apa?" tanyaku cepat ingin tau.
"Kenapa kamu bertanya? Bukankah kamu sudah pernah merasakan bagaimana permainan Gian?"
"Ti-Tidak. Saya bahkan tidak tau permainan Pak Gian yang anda maksud." aku sedikit menatap sinis. Pria di hadapan ku ini seolah tau semuanya.
"Sebelum saya menjelaskan lebih detail. Coba kamu perhatikan apa yang saya perlihatkan." Pak Adhitama mengeluarkan ponsel nya, menunjukkan suatu video yang bisa di bilang tidak terlalu jelas kapasitas nya. Namun suara audio dari video tersebut sangatlah jelas.
"Itu, kamu kan?" pertanyaan Adhitama benar-benar membuat tegang.
Ternyata selama aku melakukan hubungan terlarang dengan Pak Gian, diam-diam Pak Gian merekam nya. Pria itu sengaja tidak memperlihatkan kamera ke permukaan agar aku tak mengetahui keberadaan benda itu. Tapi untuk apa dia merekam? Kenapa dia sampai segitunya?
"Tanpa jawaban langsung darimu, sudah saya pastikan itu benar dirimu. Pertanyaan saya sekarang, bagaimana bisa hal itu terjadi? Anggap saya sebagai teman terdekat mu, jangan ragu untuk bercerita." ucap Pak Adhitama tenang. Sedangkan aku masih diam.
Aku merasa tak sangka, tercengang dan begitu syok dengan apa yang ku lihat barusan. Aku semakin yakin jika aku ini hanya di peralat olehnya, sebagai pemuas nafsu saja dengan alasan dia selalu mencari-cari kesalahan ku yang berujung aku menjadi korban.
Malu, aku menundukkan kepala. Dan perlahan aku menangis.
"Baik. Saya jelaskan lebih dulu jika kamu tidak ingin bercerita." ucap Pak Adhitama.
"Berjanjilah untuk tidak menyebarkan apa yang telah saya jelaskan padamu. Ini akan menjadi rahasia kita berdua. Saya sebagai teman lama dan teman terdekat Gian tidak mungkin tidak mengetahui apa yang dia lakukan selama ini."
Aku menghela napas dan mengiyakan saja.
"Jadi begini, Gian tidak melakukan hal itu satu atau dua kali saja. Dia pernah berhubungan *ntim dengan wanita lain juga. Lebihnya dia dapat menutupi segala kesalahan yang telah ia perbuat. Dan sama ketika ia memperkosa seorang wanita, dia akan merekam dan menyimpan video tersebut sebagai bahan ancaman. Ancaman untuk apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Want to Share
Romance"Saya tidak ingin berbagi. Sikapmu, cantik mu, tubuh mu hanya saya yang dapat memiliki nya. Semua akan saya lakukan demi melindungi mu dari para binatang!" - Gian 1821 PUBLISH : 14 JUNE 2023 FINISH : 14 JUNE 2023
