Bisa jadi di sini laki-laki itu—si seksi berkacamata—bekerja. Jasmine tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya saat mengamati setiap orang yang berpapasan dengannya sejak melangkahkan kaki ke lobi gedung bernuansa modern ini. Berdinding putih dengan dinding kaca gelap di seluruh bagian depan gedung. Furniturnya berwarna hitam dan perak. Tidak banyak warna seperti di kantornya yang bergerak di bidang periklanan. Suram sekali di sini.
"Saya ingin bertemu Bapak Rega Lukas. Sudah ada janji." Jasmine menjelaskan kepada resepsionis berbaju hitam—apa semua pegawai di sini harus berseragam gelap begitu, kemarin laki-laki seksi juga mengenakan kemeja hitam—yang bertanya dengan ramah kepadanya.
"Silakan. Di lantai lima." Wanita itu memberikan kartu akses bertuliskan VISITOR kepada Jasmine dan meminta Jasmine menyerahkan KTP.
Setelah mengucapkan terima kasih, Jasmine berjalan menuju lift di sebelah kanan meja resepsionis. Pintu lift sudah akan menutup ketika seorang wanita melangkah cepat ke dalamnya. Bagaimana bisa seorang wanita berjalan secepat itu dan tetap anggun? Jasmine mengerutkan kening. Merasa diperhatikan, wanita itu menoleh ke arah Jasmine dan tersenyum. Jasmine membalas senyum itu tanpa sadar, setelah sempat terpana. Kalau efek senyum wanita itu ke Jasmine saja seperti ini, apalagi kepada laki-laki. Pantas saja Didi—nama yang dicuri dengar oleh Jasmine—seperti kerbau dicucuk hidungnya. Tidak perlu ingatan gajah untuk mengingat bahwa wanita ini adalah wanita penyebab patah hatinya, wanita cantik yang ditakdirkan berpasangan dengan Sexy Didi.
"Kerja di sini juga?" Wanita itu dengan ramah bertanya kepada Jasmine.
Jasmine menggeleng, ingat belum memasang tanda VISITOR di dadanya. "Saya mau bertemu Pak Rega Lukas."
"Oh, Rega. Mari, saya antar ke sana," tawarnya sambil masih tersenyum.
"Eh, saya bisa cari sendiri ruangan Pak Rega." Jasmine menolak dengan halus. Lagi pula mereka akan bertemu di ruang rapat, Jasmine sudah pernah ke sana sebelumnya.
Wanita di sebelahnya tertawa merdu. "Lebih aman kalau saya antar. Ini area berbahaya untuk wanita cantik."
Kalau begitu kenapa kamu masih hidup? Jasmine tidak tahan untuk tidak mengomentari dalam hati sambil berjalan mengikuti wanita yang memimpin langkah di depannya. Seandainya wanita ini lenyap, mungkin Didi akan menyadari ada wanita lain bernapas dan hidup di sekitarnya.
"Hei, Kana yang sempurna." Seorang laki-laki menyapa wanita cantik yang berjalan dua langkah di depan Jasmine. "Kamu punya teman? Anak baru?"
"Ada anak baru atau nggak, kamu tetap nomor satu." Laki-laki lain menyapa Kana dan lagi-lagi hanya ditanggapi oleh wanita cantik itu dengan senyum santai.
Kalau Jasmine yang digoda seperti itu, pasti dia akan lari terbirit-birit menyembunyikan wajahnya yang memerah.
"Rega ada?" Kana bertanya kepada salah satu dari dua laki-laki di depannya dan dijawab dengan anggukan kelewat antusias. Seolah Kana sedang mengajaknya berkencan dan dia hanya diberi waktu satu detik untuk memutuskan atau kesempatan itu akan hangus.
"Ini ruangan Rega. Hati-hati kalau keluar dari sini. Banyak penyamun seperti mereka. Mereka nggak bisa lihat wanita cantik." Kana memperingatkan sambil tertawa.
***
Sudah jam makan siang ketika Jasmine keluar dari ruangan Rega. Rapat dipindahkan ke sana, karena Jasmine terlanjur didorong masuk oleh Kana. Tiga orang—Jasmine, Rega, dan salah satu bawahan Rega—duduk di ruangan yang tidak terlalu luas. Membuat Jasmine sesak.
Siang ini Jasmine sengaja memperlambat jalannya, berharap bisa berpapasan dengan si Sexy Didi. Tetapi, sepertinya nasib baik belum berpihak kepadanya. Jasmine meneruskan langkah menuju lift, bersiap mengubur harapannya untuk bertemu si seksi. Pertemuannya dengan wanita cantik tadi semakin menguatkan keyakinannya bahwa si seksi bekerja di sini juga. Pacaran—atau suami istri—dan bekerja sekantor, betapa beruntungnya mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
GEEK PLAY LOVE
RomanceDari penulis A Wedding Come True dan My Bittersweet Marriage: Jasmine jatuh cinta pada Dinar, seorang geeky software engineer yang memiliki masa lalu jauh dari indah dan Jasmine bertekad akan menunjukkan kepada Dinar bahwa cinta bisa membawa mereka...
