13. WILL COME HEREAFTER

1.4K 103 0
                                        


BEAM POV

Di sebuah pulau terpencil, jauh dari kota Bangkok yang ramai dan bangunan yang menjulang tinggi, aku memutuskan untuk menjalani sisa hidup ku yang menyedihkan. Setidaknya di sini, semuanya begitu sederhana dan jelas. Tidak ada hal yang rumit, kata-kata yang tidak jelas, dan perasaan yang membingungkan. Jauh dari semua orang, jauh dari kehidupan yang dulu aku punya...

Tapi, tentu saja, aku hanya bercanda!

Hahaha! Aku hanya ingin membodohi diri sendiri dengan berpikir bahwa aku benar-benar melakukannya. Meskipun itu tidak mungkin. Benar-benar tidak mungkin, terutama jika aku memiliki banyak kuis yang harus diikuti dan pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Aku tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal dan hal-hal yang tidak dapat aku pahami. Kecuali setelah perasaan bingung yang ku rasakan, aku berkendara ke pantai terdekat di luar kota nanti malam untuk menjernihkan pikiranku.

Aku berjalan di tepi pantai seperti yang telah aku bayangkan sebelumnya, dan telah menyimpulkan satu hal: Aku sudah lama tidak berkencan dengan seorang wanita, itulah kenapa aku bukan diri ku sendiri beberapa hari terakhir ini. Ini salah dia! Dia menghalangi aku untuk bertemu wanitaku. Juga, aku masih berhutang budi pada Forth dan aku khawatir tentang kehidupan cinta sahabat aku, jadi, emosi ku campur aduk dan menjadi bingung...

Tapi setelah menyadari itu, aku sepenuhnya menjadi diri aku lagi! Beam, orang yang bahagia dan menyenangkan, adalah seorang cassanova! Aku siap untuk bersenang-senang sekali lagi!

Tapi dunia sepertinya suka mengolok-olok ku karena tiba-tiba hujan mulai turun saat aku berjalan di tepi pantai. Serius, jika seseorang melihatku malam itu, mereka akan mengira aku sedang syuting film sedih atau video musik. Aku mengutuk langit karena melakukan ini, dan langit seperti mengutuk ku juga, ketika guntur bergulung dan petir menyambar.

Jadi, aku lebih baik kembali. Setidaknya, pikiranku sudah bersih. Dan aku sudah tahu apa yang harus aku lakukan.

Aku menelepon salah satu wanita ku untuk menginap bersamanya.

Pagi-pagi sekali, aku dibangunkan oleh suara telepon ku yang berisik. Aku dengan malas meraih tanganku di meja samping tempat tidur, tapi tidak ada. Hah? Aku membuka mata aku dan melihat interior yang sama sekali berbeda. Alis ku berkerut ketika aku berpikir keras jika aku telah renovasi kamarku, sampai seseorang bergerak di samping ku. Aku berbalik dan menemukan seorang wanita yang telanjang dengan punggung putih mulus menghadap ke arahku. Ah benar. Aku telah memilih untuk tidur dengannya tadi malam, jika kau menyebutnya tidur.

Ponsel ku terus berdering, dan aku harus mencarinya dengan semua pakaian berserakan di lantai. Begitu menemukannya, aku menjawabnya tanpa melihat ID penelepon

"Hei.."

"Kau dimana, Beam?" Penelepon menyela. Sekali lagi, aku tidak perlu melihat ID penelepon untuk mengetahui siapa yang menelepon.

"Aku di surga, Pha," jawabku.

Aku mendengar dia bergumam sebelum dia dengan jelas memerintahkan!

"Siapkan pantat malasmu. Kau akan ikut denganku ke ruang latihan."

Pagi-pagi begini?

"Itu terlalu pagi!" Protes ku. "Ayo pergi sore saja. Aku masih mau tidur!" Aku sangat lelah!!

"Beam, kita ada kuliah sore ini."

"Setelah kuliah, kalau begitu. Ok? Kita sudah ke sana kemarin, dan beberapa hari yang lalu. Kenapa kau tidak memasang tenda saja sekalian untuk tinggal di sana?"

"Haha. Kau lucu, Beam. Aku tahu kau tidak ada di apartemenmu. Kit memberitahuku. Jadi lebih baik kau tinggalkan siapa pun wanita yang ada di sampingmu dan cepat kesini... Kau tahu aku membutuhkanmu." Dan dia menutup telepon.

[END] ENGINEERING MOON & THE CRAZY DOCTORCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang