❝Aku memberimu dua pilihan sayang, stay here or I'll lock you up in my basement?❞
📌 Harap bijak dalam membaca
📌 Harap tidak bereskpetasi berlebihan
[ 𝐦𝐮𝐫𝐧𝐢 𝐢𝐝𝐞 𝐩𝐫𝐢𝐛𝐚𝐝𝐢, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐮𝐧𝐬𝐮𝐫 𝐩𝐞𝐧𝐣𝐢𝐩𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐫𝐲𝐚...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
{9. The waltz }
——— • • ———
[Amsterdam, Belanda, 1975]
Netra Carrie terus berbinar menatap setiap penjuru rumah dengan seni Arsitektur bersejarah di Belanda, membuat setiap penjuru ruangan terlihat memukau. Di tambah dengan perabotan dalam rumah ini mencakup barang antik atau pusaka kerajaan Belanda.
Lain dengan James, pandangan nya tidak luput dari sosok gadis di sampingnya, melihat Carrie tersenyum manis membuat dirinya hampir kehilangan akal layaknya melebihi batas saat James terlalu banyak meminum minuman yang mengandung alkohol.
"Peduli apa aku dengan semua ini,jika kamu yang aku inginkan."Bisik James pelan, dengan nada yang penuh keambisian.
Carrie melirik James, dengan cepat ekspresi wajah nya berubah menjadi canggung, menatap James yang tengah menatap dirinya lekat.
"Ada apa?" Tanya James, suara nya mengalun serak.
Carrie hanya menggeleng, lidah nya terasa kelu, apa lagi saat sadar jika James sedari tadi menatap dirinya lekat.
James menyeringai tipis, sangat tipis. Tangan Pria itu bergerak melepaskan mantel yang di pakai oleh Carrie, "Disini sudah cukup hangat." ujarnya, tersenyum manis.
Ia menatap Carrie dari atas kepala hingga ujung kaki gadis itu, nampak sempurna dengan dress yang dikenakan nya. James mengulur kan tangannya menuntun Carrie untuk mengajaknya ke ruangan makan yang telah disiap kan.
Saat memasuki ruang makan, semerbak harum masakan menyapa indra penciuman kedua insan tersebut, membuat rasa lapar dengan cepat menggerogoti perut Carrie.
"Harum nya enak sekali, kamu yang memasak semua ini?" Tanya Carrie saat melihat banyak sekali makanan yang di hidangkan di atas meja sudah tersusun rapi.
James mengangguk, "Tentu saja." Jawab nya seraya menarik kursi untuk mempersilakan Carrie duduk.
Setelah itu ia berjalan pada sebuah meja panjang yang terdapat gramofon di atas nya, mengambil piringan hitam yang sudah tersedia di samping gramofon itu, mulai terdengar alunan musik saat James memasang nya.
Langkah nya kembali mendekati meja makan, James mendudukkan dirinya di kursi depan Carrie, menatap Carrie yang tengah menatap nya.
"Kamu suka dengan musik nya Carrie?" Tanya James.
"Terdengar bagus, ini mengingatkan ku pada saat pelajaran dansa dahulu."