23. Memori Yang Terhapus

2 0 0
                                        

Di lorong-lorong waktu, tersimpan sebuah duka,
Memori yang terhapus, hilang tak berjejak.
Seperti kisah yang terkoyak, lebur dalam kabut,
Mimpi-mimpi terpulang, pudar tanpa restu.

Kenangan berkilauan, layu tak bertahan,
Seperti embun pagi yang tersapu jemari angin.
Di ruang hati yang sunyi, hampa tanpa jawaban,
Aku menari dalam gelap, mencari kilauan tersembunyi.

Majasmu, oh, puisi lara yang terucap,
Cerminan hati yang resah, terpahat dalam bait-bait.
Personifikasi mengelana, menari bersama alam,
Merindu jejak yang tak kembali, terluka dalam taman kenangan.

Mimpi-mimpi melayang, diserap ke dalam lupa,
Seolah waktu bermain tipu, menghapus kenangan yang indah.
Seperti kanvas putih, menunggu goresan imaji,
Namun hanyalah kekosongan, dalam genggaman yang tercecer.

Di samudra ingatan, ombak memudar tiada henti,
Simfoni rindu terputus, meratap dalam keabadian.
Personifikasi merenung, memikirkan seribu tanda tanya,
Mengapa memori yang terhapus, menggoreskan luka yang tak terobati?

Dalam senyap yang melankolis, terluka hati yang mengemis,
Dalam puisi ini, kuungkapkan perasaan terpendam.
Dengan metafora melankolis, mencari hampa yang menyelip,
Memori yang terhapus, kini menjadi puisi yang tak terlupakan.

Jelajah HatiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang