Tatapannya teduh menatapku
Seolah berkata, aku sangat mencintaimu
Senyumnya manis seperti madu
Aku sangat suka itu
Kamu, siapapun itu
Terimakasih sudah membuatku
Merasakan bahagia walau
Hanya sekejap mata
Masih kuingat semua
Hanya wajahmu yang buram
Tak apa, aku tidak fokus kesana
Perhatian mu yang terasa
Aku langsung kesal
Saat tahu bahwa
Ini semua hanya mimpi belaka
KAMU SEDANG MEMBACA
Semua Luka
PoesíaDua jalan yang berbeda Dua arah yang tak sama Luka ku yang tak kunjung sembuh Dan tawa ku yang tak kunjung tulus Aku telah kalah Sejak lama
