semua kehidupan manusia sudah ada yang mengatur.
bahkan plot twist alur kehidupan yang tidak kita duga pun akan terjadi. all the keys to problems are in all the tests of life. friendship, family and romance.
maaf, ada area toxic relationship.
semog...
"Tajamnya mulut manusia itu sampai bisa merusak mental seseorang."
• B • A • R • A •
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌷🌷🌷
"Beresin dapur, ruang tamu dan kamar gue." Ujar Rakha yang diberi anggukan oleh Mala dengan senyum manisnya.
"Oke Rakha." Jawab Mala senang hati.
Sudah hampir satu minggu Rakha benar benar menjadikan Mala sebagai babu. Menyuruhnya membeli makanan, membereskan kelas disaat piketnya, dan juga terkadang menyuruh Mala untuk membereskan apartemennya.
Dan sekarang, Mala sedang berada di apartemen rakha. Membereskan kekacauan yang terjadi dengan suka hati. Membereskan bekas makanan dan minuman. Padahal kepalanya sudah pusing. Darah di hidungnya juga terus mengalir, namun Mala tahan menggunakan tisu.
Rakha melihat itu dari jauh, rasa bersalah menghantui pikirannya. Namun tiba tiba ponsel rakha berdering. Ia pun mengangkat telfonnya. Mala yang kepo pun mengikuti Rakha.
Dengan bodohnya Rakha on mix di telfon tersebut. Dapat Rakha dengar suara orang dari sebrang sana yang menjadi partner Rakha bertelefon.
"Kenapa bang?" Tanya Rakha,
"Gimana cewe itu? Udah menjauh dari lo karna lo kasarin?" Tanya lelaki tersebut.
"Gimana sih lo? kita kan lagi jalanin taruhan, kalo lo udah bisa buat dia menjauh dari hidup lo, lo sama adik gue bakal tunangan Rakh."
"Iya bang santai, gue cuman mainin dia sampe dia menjauh dari gue. Taruhan kita juga masih berjalan."
"Tapi gue udah terlanjur tertarik sama dia," Batin Rakha semakin tidak tenang.
Deg!!
Mala terdiam kaku mendnegarnya. Jadi Rakha disuruh orang untuk menjadikannya mainan? Bahkan mala dijadikan bahan taruhan? Apa juga tadi katanya, Rakha akan bertunangan? Catat! BER.TU.NA.NGAN. bertunangan.
Mala meremas sapu yang ia pegang. Ini adalah perkataan yang paling menyakitkan bagi Mala. 'Rakha akan bertunangan, Rakha menjadikannya bahan taruhan agar Mala menjauhi Rakha. Kenyataan apa ini, tuhan?
Air matanya mengalir semakin deras. Sekarang Mala sudah berada di titik terlemah, dirinya sudah tidak sanggup sekarang. Mala menjatuhkan sapu sehingga menimbulkan suara membuat atensi Rakha teralihkan menatap Mala.