bab 2

4 0 0
                                        


Hari ini aku datang ke kampusku bertujuan masuk kuliah,tapi nyatanya ketika masuk ke dalam kampus, tanganku diseret disuruh masuk kelas berbeda..

Aku sudah menolak hanya saja dia tetap kekeh dengan berkata saya akan bertanggung jawab nantinya ...

Dengan berat hati saya masuk ke kelas tersebut,aku mendengar kan dengan cermat  tanpa merasakan apa apa, namun setelah 2 jam kemudian saya keluar dari kelas tersebut..

Saya menemui dosennya karna saya mau ujian  setelah itu kejadianlah

"Permisi Bu saya boleh ikut ujian kan Bu?" jawab saya sopan

" Kamu ngapain! Saya tidak ada urusan dengan kamu!" Sahut dosen tersebut dengan nada seperti orang marah

" Bu saya boleh ikut ujian kan Bu" tanya saya sekali lagi dengan nada yang sama

Dengan nada marah ibu tersebut berkata" ngapain kamu ? Nggak ada,saya mau pulang!" Saut dosen itu

"Bu izinkan saya ikut ujian Bu "

Dengan nada yang sudah marah ibu itu berkata" tidak ada ujian lagi,saya mau pulang,ngulang tahun depan saja" jawab dosen tersebut

Dengan menahan tangis saya berkata"Tapi Bu,saya tadi mau masuk Bu tapi tangan saya ditarik disuruh masuk kelas umum,jadi saya masuk Bu,tolong kasih saya kesempatan" jawab saya dengan menahan air mata

"Saya mau pulang dan ngulang tahun depan"Jawab dosen itu langsung pergi tanpa sepatah kata apapun

Kalian pikir aku menyerah tidak,saya mengejar dosen tersebut sampai tiba di depan pintu dan saya mau mengucapkan kalimat tersebut tapi langsung di potong sama dosen tersebut

" ngapain disini,saya mau pulang,ngulang tahun depan" jawab dosen itu

"Tapi bu..." jawabku langsung ditutup pintu tersebut sama dosen tersebut

" kak,ini bagaimana ? "Jawabku sambil menahan tangis

" kamu tidak ada chat dosennya yah? Itulah kenapa ibu itu marah" kata kakak yang menarik tanganku

"Tapi kan kak,yaudah lah kak kalo gitu aku pulang dulu" jawabku langsung meninggalkan kakak tersebut

Diperjalanan aku menahan tangis dengan berbicara di hati

"Kenapa tidak membelaku padahal dia sendiri yang berbicara bahwa akan bertanggung jawab,kalau aku chat dosen itu sama saja aku tidak percaya sama dia" jawabku dalam hati sambil berjalan lambat dengan menopang tubuh yang sakit serta lemes karna belum makan ditambah lagi sakit karna ucapan dosen tersebut



Dari HatiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang