"lusyuu banget, tapi uwon don't like because kalau sudah grew up nanti nakal kayak aku."
______________________________
sunghoon membuka pintu rumah perlahan, pintunya harus diganti atau setidaknya engselnya diganti. supaya kalau ia pulang malam begini tak perlu masuk mengendap endap seperti maling.
kulkas adalah tujuan utamanya, asal kalian tahu dia masih menyimpan sedikit rasa takut kalau hantu gudang itu ada disamping kulkas lagi. selama dia tidak tahu wujudnya tak apalah, tapi tetap saja dia takut.
ia tersentak kala sesuatu menjatuhi bahunya, bukan barang hey, itu sebuah tangan pucat diremangnya pencahayaan terlihat sedikit biru.
"ya tuhan ya tuhan anakku masih kecil, tolong jangan ambil hamba lewat makhluk bawah--"
"ngomong apa sih kak? ini aku, bukan setan."
sunoo menyalakan lampu dapur, wajah bantalnya langsung jadi pemandangan pertama yang sunghoon lihat. air di mulutnya tumpah saking dag-dig-dugnya dia.
"ya ampun ayang.. kamu bikin jantung aku mau copot tau."
kemudian sunghoon memeluk sunoo sembari mengusap usap rambut belakang istrinya.
"heleh, kotak makannya mana? enak gak japchae tadi siang?"
japchae? kotak makan tadi siang? walah, sunghoon melupakan bekal yang dimasak istrinya siang tadi. sungguh, dia menaruhnya di atas dispenser ruangan kerjanya dan belum memakannya.
"enak buanget, masakan kamu mah selalu enak dilidahku." puji sunghoon, maki dia sekarang karena membiarkan makanan itu menjamur dikantor.
"tapi kotaknya ketinggalan di kantor yang."
"gapapa, yang penting udah kamu makan isinya." sunoo mengulas senyum teduhnya.
sunghoon makin, makin, makin diterkam rasa bersalah. minta maaf belum terlambat tapi dia sudah terlanjur berbohong, belum nanti sunoo tahu jas putih nya dilukisi anak hebat mereka. sudahlah, biarkan begini.
"eh?"
sunghoon sedikit menjauh dari sunoo saat merasa ada gerakan di tengah tengah mereka, seperkian detik kemudian sunghoon tersenyum menatap sunoo, pun sang empu yang diberi senyum tampan menular itu.
sunghoon berjongkok menumpu satu kakinya, kemudian menempelkan kepalanya pada perut buncit sunoo, tangannya yang diam saja sekarang meremat sedikit pinggang sunoo.
"hei ini papa, kamu gasabar ya pengen ketemu sama mama, papa?"
agak drama, sunghoon melotot mendapati respon dari janin tersebut, sunoo terkekeh merasa geli dengan sikap suaminya. beginilah reaksi suaminya setelah lama tidak berkomunikasi dengan janinnya.
"tunggu sebentar lagi ya, nanti kamu bisa jadi temen kak ddeonu main bola."
"kalau perempuan?" sunoo menyisir rambut sunghoon kebelakang.
"belajar masak sama mama."
senangnya hati mereka, kurang lengkap tanpa adanya ddeonu yang sudah berjalan jalan di alam mimpinya.
✎ᝰ.
esok harinya, sunghoon bangun mendahului sunoo. sebuah keajaiban dia bisa bangun petang petang begini. dipandang nya sebentar wajah ayu istrinya saat tertidur.
sunghoon selalu ingat kata kata maminya. orang hamil kalau kandungannya sudah masuk usia 6 bulan pasti kecantikannya akan lebih terlihat. see, sunghoon sudah buktikan sendiri.
"kamu tau nggak sih ay? kalau dulu aku gak nabrak kamu mungkin aku sekarang gak akan bisa lihat wajah ngamuk ddeonu pas aku cium kamu." sunghoon ketawa sendiri kalau inget malem itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
☾ 𝐬𝐮𝐧𝐠𝐡𝐨𝐨𝐧 𝐚𝐧𝐝 𝐬𝐮𝐧𝐨𝐨'𝐬 𝐟𝐚𝐦𝐢𝐥𝐲 ☼
Fanfiction• • judulnya boring? ya iya ini ide gabut yang tiba tiba muncul pas ngelamun (ノ≧∇≦)ノ ミ ┻━┻ ini cerita setelah sunghoon dan sunoo menikah beberapa tahun yang lalu. berisi rangkaian keseharian papa sunghoon dan mama sunoo bersama buah hati...
