BAB 6: The Effect

906 80 32
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Siapa sangka seorang Nicholas masih menyimpan semua kenangan dia dengan EJ. Bahkan ponsel lamanya yang banyak sekali foto dan videonya bersama EJ masih tersimpan apik di sana. Bisa dibilang gak bisa move on?

Bahkan ada beberapa video private nya bersama EJ saat mereka menikmati malam bersama dulu. Masih terkunci rapat di ponsel lamanya yang selalu dia simpan di tempat rahasianya.

Kei masuk setelah mengetuk pintu beberapa kali. Di tangannya ada semangkok bakso yang tadi sengaja dia beli buat Nicholas.

"Makan dulu gih. Mumpung masih panas. Biar enakan dikit tuh badan," suruh Kei.

Nicholas mengangguk sambil menyimpan ponselnya di laci.
Kei duduk di sebelah Nicholas.

"So gimana keputusan Lo? Mau mundur dan nyakitin diri sendiri atau maju bersiap buat mati?"

Agak hiberbola memang! Namun,saat ini memang begini kondisi Nicholas.

"Seenggaknya kalau Lo mau maju Lo bisa memperbaiki semua yang kesalahan Lo dulu. Gue yakin kok,Iju masih punya rasa sama Lo. Dilihat dari gerak geriknya,dia masih mengharap Lo datang ke dia meskipun hanya sedikit. Ego dia terlalu besar untuk saat ini," Komen Kei.

"Gue baru aja mikir kayak gitu. Gue akan lakuin apa aja supaya dia mau maafin gue dan membuka hatinya lagi ke gue."

Kei menepuk-nepuk pundak Nicholas. "Udah Lo makan dulu! Gue balik ke kamar ya."

Heeseung senyum pas lihat Kei pagi-pagi udah ngejogrok di depan kontrakan dia.
Gak tahu kenapa kok Heeseung bawaannya malu-malu gitu. Lihat aja tuh pipinya kayak di kasih make up.

"Cieeee...ekhem! Heeseung udah punya ojek pribadi nih!" Ledek Yuma. EJ ngakak dari depan pintu.

"Lumayan, Meng. Gratis!" Sahut EJ.

"Apaan sih Lo berdua?! Ih..!"

"Siapa bilang gratis? Bayar Lo dia! Enak aja gratis. Di dunia gak ada yang gratis ya!"sahut Kei.

"Emang bayarnya pake apa Kak?" Tanya Yuma sambil ketawa-ketawa.

"Pake cinta dong. Sesekali peluk sama cium juga boleh!" Seru Kei.

LOVE U MORE (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang