BAB 6 MENYEBALKAN

18 10 9
                                    

"Kebanyakan orang terlalu mementingkan diri sendiri dan hanya berbicara dangkal dan menjengkelkan"
-Naira
🌹
••••••

Sebelum Membaca silahkan follow terlebih dahulu ✨

Setelah mengikuti pembelajaran perkuliahan yang sangat padat akhirnya Naira dan Caca selesai juga kuliah hari ini pada pukul 14.30
Naira Caca langsung bergegas untuk berangkat menuju bandara karena ingin menjemput Papanya Naira

"Caca ayoo cepatan entar gue telat ini ke Bandaranya" ucap Naira

"Sabar Nai ntar jatoh kita kalo lari lari gini" jawab Caca Naira

"ayoo Ca, cepetan" ucap Naira dan

BRUK!

Naira dan Caca menabrak seseorang karena berlari lari

"aduh, maaf maaf kita ga sengaja" ucap Naira pada seseorang yang mereka tabrak

"Makanya kalian itu kalo jalan lihat lihat kalo mau lari larian jangan di kampus" ujar seorang pria itu

Ya yang Naira dan Caca tabrak adalah seorang laki laki bertubuh tinggi dengan pakaian rapi serta dasi yang melekat di lehernya

Ya yang Naira dan Caca tabrak adalah seorang laki laki bertubuh tinggi dengan pakaian rapi serta dasi yang melekat di lehernya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Saya sudah minta maaf Pak lagi pula itu salah Bapak sendiri kenapa berjalan sambil bermain ponsel" sahut Naira kesal mendengar perkataan laki laki itu

"Kamu kenapa jadi menyalahkan saya ?" tanya laki laki itu

"Pak Reynand!" panggil seseorang dari seberang sana

Reynand yang merasa namanya dipanggil langsung melihat kesumber suara itu

"Pak Bayu !" Ucap Reynand

"Halo pak" sapa Rey

"Ada apa Pak Reynand, ribut ribut disini ?" tanya Pak Bayu

"Oh ini Pak tadi dua Mahasiswi berlarian disini dan menabrak saya tapi malah menyalahkan saya" ucap Rey dengan santai menjelaskan keadaan saat itu

Mata Naira terbelalak mendengar apa yang baru saja ia dengar

"gila yaa ni orang playing victim banget jelas jelas gue yang jatuh dia jatuh aja engga eh malah merasa jadi korban" batin Naira

"Kalian berdua sekarang minta maaf ke Pak Reynand" ujar Pak Bayu kepada Naira dan Caca

"T-tapi pak kita itu-" ucapan Naira terpotong karena Caca langsung mengingatkan Naira kalo mereka bisa telat kalo berdebat sekarang

"M-maaf Pak kita salah tadi jalan tidak hati hati kami permisi Pak" ucap Caca sambil menarik lengan Naira menjauh

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 29, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

REY-NAITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang