tok tok tok
"Tuan saya ijin masuk."
Peter melangkah perlahan menuju meja tempat Sam sedang membaca banyak tumpukan dokumen. Alpha itu sangat sibuk belakangan ini karena harus mengerjakan banyak hal sebagai kepala keluarga. Peter sendiri juga ikut sibuk. Dia diberi jabatan sebagai kepala pelayan dan harus menyaring banyak pelayan baru untuk bekerja di kastil Willard.
"Ada apa?"
"Para tukang kebun sudah mulai bekerja untuk menata kembali taman bunga mawar seperti yang anda minta."
"Lalu?"
"Untuk seleksi pelayan baru sudah ada beberapa kandidat yang sekiranya pantas. Selain itu saya juga menetapkan masa percobaan untuk memastikan kinerja mereka dan identitas mereka yang seorang beta."
"Kerja bagus."
"Dan untuk kamar anda yang terbakar apakah anda ingin mengubah designnya atau samakan dengan yang dulu?"
"Tanya Sky saja."
"Baik tuan, saya mengerti."
"Ah aku hampir lupa, bisakah kau menyuruh mereka untuk menambahkan satu ranjang dengan tirai yang mengelilinginya? Letakkan ranjang itu di samping ranjangku."
"Baik, akan saya laksanakan."
"Di mana Sky?"
"Sky sedang berada di taman dan menyaksikan tukang kebun menanam bunga mawar."
Sam tau akan hal itu. Hanya saja ia ingin memastikan omeganya tetap berada di bawah pengawasan.
Setelah Peter keluar dari ruang kerja pribadinya, Sam kembali fokus membaca dokumen-dokumen itu. Ternyata ayahnya melakukan banyak korupsi dari hasil tambang batu bara. Itulah alasan mengapa raja tidak menyukai ayahnya. Untuk mengembalikan kepercayaan raja, Sam harus bisa mengatasi masalah keuangan ini sesuai janjinya.
"Tapi aku tidak bisa mempelajarinya dalam semalam..." gumam Sam kemudian menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memejamkan mata.
Sejak ia buta dan diasingkan ke kastil barat, Sam tidak lagi mendapat pendidikan bangsawan. Jika ia ingin menjadi kepala keluarga yang handal tentu saja ia harus kembali belajar dari nol.
"Untuk sekarang aku tidak bisa mempercayai siapapun terutama mereka yang pernah bekerja untuk ayah. Karena itu aku harus berusaha sendiri," batinnya.
Sam pun bangkit dari kursi dan mulai melangkah menuju pintu hingga saat pintu itu dibuka, Sam melihat Sky berdiri di sana dan tersenyum lebar padanya.
"Tuan Sam," sapa Sky ramah.
"Ada apa?"
"Saya ingin memperlihatkan sesuatu."
"Apa itu?"
Sky pun mendorong pelan Sam untuk kembali masuk ke ruangan. Sky juga ikut masuk tak lupa menutup pintu rapat-rapat.
"Saya tidak mengerti dengan ini tapi..." Sky tiba-tiba menurunkan sedikit celananya dan menunjukkan sesuatu yang ada di bagian atas bokong kirinya.
Sam perhatikan tanda itu lekat-lekat. Tanda berbentuk bulan sabit berwarna hitam yang sama seperti miliknya. Bedanya tanda Sam muncul di lengan kanan sedangkan milik Sky...
"Ternyata tandamu muncul di tempat yang tak terduga."
"I-itu tanda apa tuan?"
"Tanda yang mengikat kita sebagai mate. Aku juga memilikinya di sini," ucap Sam sambil menunjukkan lengan kanannya.
"Tapi kenapa milikku ada di bokong..."
"Bukankah itu menarik?" tanya Sam yang tanpa permisi langsung meremas bokong Sky.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Smile Has Left Your Eyes | SeungJin
FanfictionSeungJin aboverse Seorang pemuda bernama Sky menjadi pelayan di kastil keluarga Willard. Di sana ia harus melayani Sam Harrison Willard, seorang alpha misterius yang membuatnya berdebar-debar. ⚠️ BxB 27 Juni 2023 s/d ??? © 2023 by hwangsoul
