Tandai Typo⚠️
Jangan lupa meninggalkan jejak dengan Follow + Voment!
⛔Dimohon Bijak dalam membaca⛔
Enjoy
&
Happy Reading♡
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
"Terus lo gak di apa apain kan?" Tersirat kekhawatiran sekilas di wajah bara.
"Cuma bahu gue di remes kenceng sih, pas gue cek hasilnya merah" jawab zen dengan nanda santai.
Bara yang mendengar itu langsung maju dan ingin membuka kameja sekolah milik zen untuk memastikan parah atau tidaknya.
"Eh eh mau ngapain lo!" Sentak zen yang sudah panik karna bara akan membuka kamejanya untung saja dia langsung mundur.
"Gue mau meriksa kalau parah apa nggk"
"Gak gitu juga! Lo kira gue laki laki tulen? Gue masih cewek kalau lo lupa" ucap zen yang memperbaiki kamejanya yang kusut.
"Oke gue minta maaf" ucap bara yang kembali ke posisinya.
"Apologize accepted" balas zen.
"Yaudah kalau gitu gue balik dulu, masih ada urusan" lanjutnya dan meninggalkan Bara yang masih terdiam di atas rooftop
■
■
■
Urusan yang zen maksud tadi adalah menjenguk kembaran di rumah sakit dan sekarang dia berada di lorong rumah sakit dan mencari pintu ruangan kembarannya.
Sedikit lagi zen akan sampai ke ruangan itu tapi langkahnya langsung terhalang akibat anak kecil yang tidak sengaja menabraknya tapi malah anak kecil itu sendiri yang tersungkur ke lantai.
"Adek gakpapa?" Tanya zen yang berjongkok guna menyemakan tinggi badannya.
"Gak papa kok kak lena baik baik aja" ucapnya yang langsung berdiri tanpa menangis malah sekarang dia tersenyum manis di depan zen.
"Manis banget paling gak bisa kalau soal ini" batin zen
"Maaf ya kak, lena gak sengaja nabrak kakak" ucapnya sambil menundukkan badannya sedikit sebagai tanda permitaan maaf.
Zen tersenyum tipis melihat itu, jarang ada anak sesopan ini.
"Kamu lucu banget sih, sopan lagi" puji zen karna merasa gemas.
"Iya dong kan kakaknya lena suka ngajarin lena kalau berbuat salah itu harus minta maaf" jelasnya dengan bangga.
"Pasti kakaknya lena baik banget" balas zen dengan kekehan.
"Itu udah pasti, mana ganteng juga kakaknya lena tapi keknya gantengan kakak deh" ucap gadis kecil itu sambil menyentuh dagunya dengan jari telunjuk.
"Nama kamu siapa hm?" Tanya zen lembut.
Lena yang mendengar suara lembut itu langsung salting dengan pipinya yang memerah membuat zen tertawa kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDE AND SEEK
De TodoDi sebuah ruangan bawah tanah terdengar suara beberapa mesin game yang berisik, bisa dibilang sebuah timezone mini seperti yang ada di mall. "JACKPOT!! 100 TICKET!" sudut bibir seorang gadis yang tengah bermain di dalam ruangan itu terangkat membent...
