Beberapa pemuda yang barusaja masuk kedalam area sekolah dengan mengendarai motor untuk menuju parkiran.
Banyak pasang mata yang memperhatikan beberapa pemuda tersebut. "Mereka keren bangett!!" "Kak Jean ganteng banget!!" Ucap beberapa gadis yang tengah melihat kedatangan mereka.
Para pemuda tersebut adalah anggota inti dari Gank Black Moon, terdapat sebanyak 5 orang di dalam anggota inti, antara lain dari mereka adalah:
1. Jean [ketua gank Black Moon]2. Ryan [di kenal sebagai orang yang paling bijaksana dan salah satu anggota yang paling di percayai oleh Jean]3. Arka [dia dikenal sebagai play boy]4. Kevin [dia anak yang humoris dan suka mencairkan suasana]5. Andra [berbeda dengan teman-teman nya barusan, Andra di kenal alim, dia selalu mengingatkan teman se gank nya untuk tidak telat beribadah]
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
《Gank Black Moon》
Setibanya mereka di parkiran..
"Langsung ke kelas?" Andra "Kita ke kantin dulu lah, laper gue" gerutu Arka "Kantin-kantin, masih pagi ini woy!! Masa mau ke kantin" ucap Kevin "Yee.. gue laper, belum sarapan" Arka
Di saat mereka sedang asik berdebat, Jean memotong kebisingan yang di timbulkan teman-temannya tersebut
"Gue ke kelas" ucap Jean singkat, lalu pergi meninggalkan teman-temannya untuk menuju ke kelas.
Di perjalanan menuju kelasnya, Jean berpapasan dengan Vierez, Vierez yang melihat Jean pun menyapanya. "Pagi Jean" ucap Vierez sambil tersenyum kepada Jean.
Jean yang mendengar sapaan dari Vierez hanya berhenti sejenak sambil menatap Vierez dengan tatapan yang datar, setelah itu Jean pergi tanpa membalas sapaan dari Vierez.
Vierez hanya memperhatikan saudara nya tersebut yang perlahan menjauh dari dirinya.. *Gapapa Vier, lain kali pasti bisa!! Ucap Vierez dalam hati, untuk menyemangati dan meyakinkan dirinya, suatu saat nanti pasti bisa lebih dekat dengan saudaranya (Jean).
Skip bel istirahat berbunyi..
Vierez tengah merapihkan buku nya, ia hendak pergi ke kantin untuk beristirahat dan makan, Vierez pergi ke kantin bersama sahabatnya yaitu Rava.
Rava adalah teman baik Vierez, mereka selalu bersama-sama di sekolah, rava juga sering menolong saat Vierez di bullydi sekolah.
Sesampainya mereka berdua di kantin.. "Vier, lo cari tempat buat kita makan, gue yang pesan makanan buat kita" ucap Rava "Okey" ucap Vierez sambil mengacungkan jempol nya.
Setelah makanan mereka sampai, mereka langsung memakannya sambil sedikit mengobrol bersama.
Saat asik mengobrol, beberapa pemuda datang menghampiri mereka berdua, salah satu dari pemuda tersebut menaruh tangan nya pada pundak Vierez lalu dia berbisik.. "Enak hmm?" bisik pemuda tersebut sambil menuangkan minuman soda kepada makanan Vierez.
Vierez hanya diam, dia tidak cukup berani untuk melawan. "Makan ini!" Suruh pemuda itu. Vierez masih diam tidak berbuat apa-apa.. "MAKAN!!" bentak pemuda itu.
Vierez yang merasa takut itupun mau tidak mau hanya menurut.. "Tunggu" Rava Pemuda itu langsung mengalihkan pandangannya kepada Rava, dia menatap Rava dengan tajam. "Maksud lo apa hah?! Berani lo?! Mau jadi sok jagoan buat si cupu ini?!" Ucap pemuda itu dengan nada membentak. "Gue ga-" perkataan Rava terpotong tiba-tiba.
"Lo, bisa diem ga?" Tanya Jean yang memotong perdebatan mereka.
"Emang lo siap-" Pemuda itu tiba-tiba tersentak saat akan melanjutkan ucapannya.
Pemuda tersebut langsung terdiam seketika dan terlihat ketakutan saat melihat Jean tengah menatap dirinya dengan tajam, pemuda itu dan teman-temannya pun memutuskan untuk pergi dari sana, mereka tidak mau cari mati dengan berurusan dengan ketua dari Gank Black Moon.
Vierez terus menatap ke arah Jean, begitu pula sebaliknya Jean juga menatap Vierez dengan tatapan datar nya, lalu pergi keluar dari area kantin. *Jean nolongin gue? Tanya Vierez dalam hati, sambil Vierez terus menatap ke arah Jean yang tengah berjalan untuk keluar dari area kantin.
"Vier, lo gapapa kan?" Tanya Rava khawatir kepada Vierez "I-iya, gue gapapa" ucap Vierez "Makanan lo, biar gue pesanin lagi, tunggu sini" ucap Rava, lalu bergegas untuk memesan.
Vierez masih bertanya-tanya kepada dirinya, apakah tadi Jean berniat menolong nya?.