Skip malam..
Di sebuah gedung yang cukup besar dengan nuansa hitam, saat ini di dalam nya cukup ramai dengan kehadiran segerombolan anak muda, ada sekitar 20 lebih motor terparkir di depan gedung tersebut.
Terlihat seseorang yang baru saja memasuki halaman dengan menggunakan motor khasnya, ia langsung memarkirkan motornya bersamaan dengan motor-motor lainnya.
"Woy bos, akhirnya datang juga" kata pemuda itu saat melihat seseorang yang baru datang masuk ke arah mereka.
"Gimana?" Tanya pemuda yang baru datang itu.
"Semuanya aman, anak-anak yang lain juga udah siap. Lo sendiri gimana? Jadi ikutan turun? Biasanya kalau ga ada hal penting lo ga akan turun, ini tumben lo mau ikutan?" Ucap pemuda yang bernama Ryan itu.
"Kenapa emang?" Balas tanya Jean.
"Ya gapapa, cuma tumben aja gitu" jawab Ryan.
"Karena semua udah datang, gimana kalau kita pergi sekarang?" sela Andra.
"Ayo" jawab Jean, setelah itu ia langsung berdiri dan diikuti oleh seluruh anggotanya.Di luar markas mereka sudah menaiki motor masing-masing dan mulai mengatur posisi motor mereka, yang mana sudah pasti Jean yang merupakan ketua Geng Black Moon berada di paling depan untuk memimpin, dengan Ryan di belakangnya.
Brumm brumm.. suara motor mereka
Mereka semua langsung melajukan motornya untuk menuju ke arena balap yang tak lain adalah arena balap liar.
Di sana terlihat segerombolan pemuda yang sudah menunggu kedatangan Geng Black Moon.
"Selamat datang di arena Jean, gua udah tunggu-tunggu kedatangan kalian disini" Sambut seorang pemuda bernama Gara Sanjayan dengan senyum remeh nya.
Jean tak menggubris hal tersebut dan berlalu saja melewati Gara dan para anggotanya yang mengikutinya dari belakang.Saat ini, seorang grid girl berada di tengah antara Jean dan juga Gara yang telah siap di atas kuda besi mereka, grid girl tersebut mulai menghitung mundur "3, 2, 1 MULAI!!"
Motor mereka melaju dengan kecepatan penuh untuk segera menuju ke garis finis. *kali ini gua yang bakal menang je. ucap Gara dalam hati, saat ini Gara tengah memimpin di depan sedangkan Jean di belakang. *cuma segini? remeh nya dalam hati, setelah itu Jean langsung tancap gas penuh dan berhasil mendahului Gara, *ck sialan. kesal Gara.
Garis finis mulai terlihat dan jean dengan sangat cepat menerobos garis tersebut, semua orang yang berada disana bersorak dengan sangat keras atas kemenangan Jean.
"Selamat. sesuai perjanjian di awal, cash 20jt sama ini kunci motor gua" ucap Gara menghampiri Jean sambil menyerahkan hasil taruhan tersebut dan langsung pergi dari area arena bersama dengan semua anggotanya.
"Nih bawa" ucap Jean sambil melempar kunci motor yang didapat nya ke arah Kevin, dan kunci itu segera di tangkap oleh Kevin.
Semua anggota Black Moon segera untuk meninggalkan arena tersebut, beberapa ada yang ikut mengantar Kevin ke markas untuk menaruh motor tersebut di garasi markas. Sedangkan Jean berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.
"Gua balik duluan. Ntar balik kalian hati-hati" tutur Jean.
"Aman boss, lo juga hati-hati" ucap Arka.
Jean langsung melajukan motornya untuk pulang.Sesampainya di rumah, Jean segera masuk dan berjalan untuk menuju ke kamarnya. saat hendak memasuki kamarnya "Jean"
Jean yang merasa dipanggil pun menoleh "Mama?"
"Darimana kamu jam segini baru pulang? " Tanya mama Lana.
"Biasa mah, kumpul sama temen" jawab Jean santai.
"Jeann, ini udah tengah malem loh, kalau ada apa-apa gimana?? Diluar itu bahaya apalagi malam-malam begini" tutur mama Lana.
"Iya mah iya, Jean minta maaf" Balas Jean.
"Hftt yaudah, sekarang kamu tidur udah malam" Suruh lana dan diangguki oleh Jean.
"Jangan lupa baca doa juga sebelum tidur" Lanjut mama.
"Iya mah" Balas Jean lalu langsung menutup pintu kamarnya.
"Anak muda zaman sekarang ya sukanya main sampai ga ingat rumah" Opini mama Lana.Bantu vote dan komen ya!!
~💐

KAMU SEDANG MEMBACA
Different Brothers
Roman pour Adolescents"maaf karena telah membencimu" ~Zergio Jean Ranendra "kau adalah saudara ku, dan akan selalu seperti itu" ~Zergio Vierez Ranendra