Malam hari selanjutnya. Hadden berencana mengajak Oliv dan Airi makan bersama, Airi menolak ajakan hadden karena dirumahnya sedang kedatangan saudara dan jadilah Hadden hanya akan makan malam dengan Oliv.
Hadden sudah berada didepan unit apartemen Oliv, tanpa perlu menekan bel lagi, Hadden langsung menekan pin apartemen Oliv. Hadden memang tau pin apartemen oliv
Didalam apartemen, tak terlihat oliv mungkin masih siap-siap pikir Hadden. Jadilah Hadden duduk disofa menunggu Oliv siap.
Beberapa menit kemudian, "Kenapa gak manggil sih kalau udah sampe, kan gue bisa buru-buru" Ucap Oliv
"Gak papa, biar lo puas dandannya" Hadden yang mendapati senyuman manis Oliv
"Yaudah yuk mau langsung jalan apa gimana?" Tanya Hadden
"Langsung aja. Tapi kita makan dirumah makan biasa ya? Pengen makan tongseng sama sambel gitu" Ucap Oliv
Biasanya Hadden itu kalau mengajak makan selalu dilestoran. Kali ini Oliv pengen makan dirumah makan biasa, jadilah dia memberitahu Hadden terlebih dahulu.
"Oke yuk" Hadden
...
Sesuai kemauan Oliv tadi, dimeja makan yang mereka tempati sudah ada nasi dan beberapa lauk makan seperti tongseng sayuran, ikan goreng, ayam goreng, sambal dan yang lain.
Oliv yang sudah tak tahan ingin memakan itu semua pun, langsung meraih piringnya.
Mereka makan diselingi beberapa obrolan.
Selesai makan, mereka berdua tak langsung pulang kerumah melainkan mampir dulu ke taman kota hanya untuk sekedar menikmati malam.
Ditemani beberapa jajanan dan minuman dingin, mereka duduk dibangku panjang yang ada di taman kota itu.
"Lo masih marah sama Liam liv?" Tanya Hadden. Hadden tau penyebab Oliv marah kepada Liam
"Enggak kok, udah baikan" Jawab Oliv jujur.
Oliv sudah memaafkan Liam karena kasian melihat muka melas dia, oliv juga sudah tak mengacuhkan ucapan Liam lagi.
Hadden menghela nafas lega, dia udah pusing dengan curhatan Liam yang mengaku kalau dia dicueki oleh Oliv.
"Riri sama Nathan kenapa? Gue liat-liat mereka kaya lagi marahan juga?" Tanya Hadden, kalau yang ini dia belum tau kenapa-kenapanya
"Gimana ya ceritanya?"
"Ceritain aja gimana awal mulanya" Ucap Hadden
"Oke deh gue cerita dari pertama... Eh tapi sambil telepon ian ya? Dia juga pernah nanya ke gue tapi belum gue jawab. Sekalian aja gue ceritanya" Ucap Oliv
"Oke" Hadden langsung menghubungi nomor Darian
"Halo, kenapa den?" Darian dari sebrang sana
"Halo ian, gue mau cerita Nathan sama Airi nih, gue sekalian cerita sama lo ditelepon aja ya" Oliv menjawab
"Oh gitu, oke"
"Btw lo sendirian kan dikosannya?" Tanya Oliv
"Iya sendirian"
"Oke kalo gitu gue mulai cerita nih ya. Awalnya....." Oliv menceritakan dari awal mula ia mendapat telepon dari Airi yang sedang menangis saat untuk
"Jadi gitu ceritanya. Gak dilebihkan dan gak dikurangi. Gue cerita dari apa yang gue liat langsung ditempat kejadian sekaligus keterangan dari Riri sendiri" Ucap Oliv
"Wah si Nathan ngadi-ngadi tuh orang" Komentar Darian
"Emang, mana bentak-bentak lagi" Oliv mengompori "tapi tentang, gue udah tampar kok"
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana (End)
FanficPersahabatan cinta kuliah 00l aespa x 00l dream Disclaimer Cerita ini 100% karya author, bila ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, tempat kejadian itu ialah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Semua karakter dalam cerita adalah fiksi...
