52. Akhirnya

1.7K 132 23
                                        

Hai Hai... Sekian lama akhirnya update juga nih. Untuk yang nunggu update cerita ini mohon maaf banget baru update.

Aku gak tau ceritanya ngefeel atau enggak, atau mungkin gak nyambung sama part sebelumnya, tapi aku harap kalian suka, Terimakasih.

Happy reading🌼



🌸🌸

Airi bilang 'berjuang aja dulu, buktiin kalau lo cinta sama gue' dan beberapa bulan belakangan ini Nathan tengah melakukannya.

Benar, sudah lewat beberapa bulan sejak kejadian itu. Tak kenal lelah dan menyerah, Nathan berusaha membuktikan kalau dia benar cinta dengan sahabatnya itu.

Dengan perhatian, sikap dan tindakan, Nathan selalu melakukan yang terbaik untuk Airi.

Tapi bukan perjuangan namanya kalau tak ada ujian. Walapun sudah secara terang-terangan kalau ia suka dengan sahabatnya itu, tapi masih ada saja perempuan yang mencoba mendekatinya, sampai tak sekali-duakali para perempuan itu merusak momen-momen ketika ia sedang dengan Airi.

Dan hal yang paling Nathan benci dari semua hal yang mengganggu pembuktian cintanya kepada Airi adalah Airi sendiri.

Airi sering mengatakan kalau perempuan itu cantik dan cocok untuk Nathan. Airi sering menyampaikan titipan salam dari para perempuan-perempuan yang suka dengan Nathan. Airi sering mengatakan kalau ia punya teman baru yang kayaknya cocok dengan Nathan.

Nathan tak tau Airi sedang menguji kesetiaan dan keteguhan atas pembuktian cintanya kah? Atau apa. Tapi yang jelas, Nathan benci semua itu. Yang ia mau hanyalah Airi bukan yang lain.

"Kiw... Cowok" Ditengah melamunnya, Nathan disadarkan oleh perempuan yang tiba-tiba datang tanpa diundang.

"Apa?" Nathan bertanya malas.

"Jangan kaya gak ada gairah hidup gitu dong ganteng, coba lebih semangat dikit"

"Apa Oliv?" Tanya lagi Nathan, kali ini ia bersemangat.

"Nah gitu dong" Ucap Oliv, puas karena Nathan mengikuti ucapannya.

"Kenapa?" Nathan bertanya kembali.

Dengan senyuman manis, "Temen gue..."

"Gak!" Nathan langsung mengatakan tidak sebelum Oliv menyelesaikan ucapannya.

"Gue belum selesai ngomong loh Nathan" Ucap Oliv.

"Pokoknya gak Liv" Ucap Nathan.

"Kenalan doang Nathan, kenalan" Ucap Oliv.

"Gue gak mau. Mau kenalan doang kek, say hello kek, bahkan papasan doang juga gue gak mau" Tolak Nathan kekeh.

Tak sekali duakali Oliv berniat mengenalkan Nathan dengan temannya, tapi selalu Nathan tolak.

"Kenapa sih lo nolak terus?" Tanya Oliv.

"Lo semenjak pacaran sama Liam jadi bego Liv" Walapun Liam tak ada dan tak tau menahu tentang hal ini, tapi selalu saja dibawa-bawa.

"Jangan bawa-bawa pacar gue" Oliv tak terima.

"Lo kan tau kalau gue sukanya sama Riri, tapi lo masih aja mau kenalan gue ketemen cewek lo. Lo sama aja kaya Riri kalau kaya gini" Ucap Nathan. Nyatanya Airi dan Oliv sama, suka mengenalkan temannya pada Nathan.

"Ya kenapasih emangnya? Kan cuma kenalan"

"Bodo amat Liv, intinya gue gak mau" Ucap Nathan.

"Ngaku, lo kaya gini lagi nguji gue kan? Lo nguji gue bener-bener gak ke Riri makanya lo maksa gue terus buat kenalan sama cewek" Nathan menuduh.

Renjana (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang