"First time liburan bawa pasangan semua"
"Iya. Yang dulunya diajak liburan statusnya masih besti sekarang jadi ayang"
"Puji syukur ya udah sadar semua. Tadinya kalau enggak sadar juga, tuh dua kakak-kakak bakal gue kenalin kecowok"
"Sembarangan banget ngomongnya" Nathan yang dari tadi mendengarkan celotehan Nayla dan Kiara itu bereaksi ketika ucapan Kiara itu mengganggu hatinya.
"Aku gak sembarangan!! Kan emang kak Nathan sama Kak Liam kan gak pekanya, Yatuhan... Gak tau deh gak ngerti" Ucap Kiara.
"Apaan? Gue diem aja masih kena" Protes Liam kala namanya dibawa-bawa.
"Ya harus kena dong, kan emang kakak gak peka banget. Aku kalau jadi kak Oliv sih mending cari cowok lain" Komentar Nayla.
"Den Hadden Nayla mau cari cowok lain katanya..." Dengan tak sopannya Liam berteriak.
"Heh!! Apaan sih kak ngomongnya!" Nayla kesal.
Tepat setelah itu, Hadden dan Airi datang menghampiri mereka dengan sepiring buah melon yang sudah dipotong-potong.
"Kenapa?" Hadden bertanya. Ia tau kalau Liam memanggilnya.
"Tuh pacar bocil lo mau cari cowok baru katanya" Ucap Liam.
Mendengar itu Hadden langsung saja mengalihkan pandangannya pada Nayla, sang kekasih.
"Jangan dengerin kak, kak Liam ngaco. Kurang jatah dari kak Oliv itu makanya ngaco" Ucap Nayla.
Entah Kiara yang otaknya terlalu ngeres atau bagaimana, dirinya merasa ucapan Nayla tadi amatlah ambigu.
Dan dari itu, Kiara bertanya "Jatah apa kak?" Tanyanya pada Liam.
"Hah? Jatah apa?" Liam balik bertanya.
"Itu yang Nayla bilang, kamu kurang jatah dari kak Oliv, jatah apa?" Tanya Kiara dengan polosnya.
"Itu... Jatah... Ah masa lo gak tau Kia, lo sama Rian gak pernah apa?" Bukan menjawab, Liam malah semakin membuat Kiara bingung.
"Hah apaan? Jatah dimasakin? Aku sering sih masakin kak Rian"
"Aduh... Bukan itu loh Kia, perlu gue contohin sekarang? Didepan lo?" Nathan makin aneh saja.
Dan Kiara dengan polosnya mengiyakan ucapan Nathan tadi.
"Sayang sini" Karena Kiara mengiyakan ucapannya, Nathan memanggil Airi. Dirinya akan mempraktikkan apa yang sebernarnya sedang mereka bahas.
"Mau ngapain?!" Tanya Airi galak.
"Contohin Kiara. Kasian, biar gak polos-polos banget sayang anaknya" Nathan menjawab tanpa dosa.
"Ngaco lo!!" Airi makin galak saja setelah mendengar jawaban nyeleneh pacarnya itu.
"Sayang sini ayo, perlu aku yang nyamperin kamu kesitu" Ucap Nathan.
Sikap Nathan yang seperti ini yang Airi sangat tak suka. Airi merasa takut tapi tak takut, mau tapi tak mau, bagaimana ya? Seperti itu lah pokoknya, Airi tak bisa menjelaskannya.
"Nathan diem lo disitu!"
"Sayang kok manggilnya lo-lo an si? Aku gak suka tau. Terus kok manggil nama? Manggilnya pake panggilan yang romantis dong sayang" Nathan makin aneh saja menurut Airi.
"Heh nama lo emang Nathan!! Udahlah, aduh Liam pegangin kek Nathan jangan sampe ke sini" Pintanya pada Liam agar mencegah Nathan mendekat padanya.
"Siap laksanakan" Liam yang dipinta itu siap melaksanakan permintaan Airi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana (End)
FanfictionPersahabatan cinta kuliah 00l aespa x 00l dream Disclaimer Cerita ini 100% karya author, bila ada kesamaan alur cerita, nama tokoh, tempat kejadian itu ialah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Semua karakter dalam cerita adalah fiksi...
