Sorry for typos
---
Callie, tell him to keep working as usual. Don't let anyone know that you are together right now, including Gautama.
Kalimat yang muncul di layar televisi setelah mereka berpelukan tadi pagi membuat Bumi akhirnya memutuskan untuk tetap bekerja seperti biasa. Terlebih dengan paper bag yang diserahkan oleh seseorang tadi berisi pakaian kantornya dengan ukuran yang persis dengan miliknya. Pun juga ada sebuah sebuah dress dan sweater milik Vanka di dalamnya yang semakin membuat gadis itu yakin bahwa Kavi-lah yang mengirimkan ini semua.
Setelah memastikan bahwa Vokes tampaknya aman sebagai tempat persembunyian sementara waktu, Bumi akhirnya keluar dan memutuskan untuk tetap bekerja. Juga dengan tujuan ingin melihat pergolakan apa yang terjadi di dalam Gautama hari ini.
Seperti hari-hari lainnya, tidak ada yang berbeda. Aktivitas Bank berlangsung seperti biasa. Pun dengan kegiatannya di back office tidak ada yang aneh. Semua berjalan dengan lancar tanpa satupun kejadian yang mencurigakan. Hingga setelah jam menunjukkan pukul empat sore, seorang rekan kerjanya bernama Eca datang mendekat dan menyerahkan segelas kopi di atas mejanya.
"Ada cewek anak SekPer yang nitip tadi. Katanya buat lo."
Bumi mengerutkan dahi. Setelah beberapa bulan bekerja disini, tidak ada yang pernah mengirimkannya kopi apalagi dari salah satu staf sekretasi perusahaan.
"Dia ngomong apa?"
"Gak ada. Katanya 'titip ya buat bumi'."
"Namanya?"
"Gak tahu."
"Dia gak ngasih tahu?"
"Enggak tuh."
"Lo juga gak nanya?"
"Enggak juga. Ngapain."
Bibir perempuan bernama Eca itu mengerucut. Tampak tidak suka. Mungkin karena gosip orang-orang mengatakan bahwa gadis itu menaruh hati padanya sejak ia bergabung dalam tim ini. Apalagi ternyata Eca adalah teman satu angkatannya dalam pendidikan strata satu. Hanya saja Bumi tidak mengenalinya karena minimnya interaksi laki-laki itu dengan rekan-rekan di kampus.
Eca tahu-tahu mendekatkan tubuh. Menunduk hingga bahunya bersentuhan dengan Bumi lalu berbisik rendah. "Menurut gue sih kalo lo gak yakin mending dibuang aja atau kasih OB. Siapa tahu udah dijampi-jampi,"
Dari arah belakang tiba-tiba seseorang mendorong bahu Eca membuat gadis itu secara tidak senggaja menyenggol kopi yang berada di ujung meja hingga tumpah.
"Bisa aja lo modusin si Bumi. Gak mempan dia sama cewek centil modelan lo begini."
"Anjir Beno! Lo barbar banget sih, kan jadi kena baju nih."
Bersungut-sungut sembari mengibaskan lengan bajunya yang terkena tumpahan kopi, Eca langsung bangkit lantas berlalu dari sana menuju toilet. Sedangkan Beno hanya terkekeh sembari menepuk bahu Bumi sambil mengucapkan kata maaf sebelum melanjutkan kegiatannya yang berjalan menuju koordinator mereka yang berdiri di ujung meja.
Bumi juga mengumpat dalam hati. Ia mengambil tissu untuk mengelap meja setelah menjauhkan berkas agar tidak ketumpahan kopi sebelum tangan kirinya mengangkat gelas itu.
Dan saat itulah matanya menangkap sesuatu. Sebuah sticky notes kecil berwarna hijau tertempel di bagian bawah kopi yang tertutup karena bagian bawah langsung menempel pada tatakan gelas hingga Eca tidak akan menyadari keberadaan kertas itu.
Setelah melirik ke kanan dan kiri, Bumi lalu meraih kertas itu untuk membaca isinya yang bertuliskan.
'Disembunyikan sejauh apapun, tuan putri akan tetap akan muncul di pesta-pesta. Sekali tuan putri akan tetap jadi tuan putri'
KAMU SEDANG MEMBACA
Imperfect Princess [COMPLETED]
RomansaApa yang paling penting dari sebuah kehidupan? Apa yang paling bermakna dari sebuah pencapaian? Proses. Unsur. Hara. Tidak ada yang jauh lebih penting dari setiap molekul yang membentuk sebuah proses hingga mampu bergerak menjadi kehidupan. Bergerak...
![Imperfect Princess [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/352363879-64-k848618.jpg)