"Silahkan masuk"
Setelah terdengar sahutan dari dalam ruangan, sekretaris Jung segera membuka pintu disertai gestur kasar. Dan ketika pintu sudah terbuka lebar, sekretaris Jung langsung menghampiri Direktur Seo. Nafas memburu, air wajah yang pucat pasi, tergambar jelas di hadapan Direktur Seo. Lelaki paruh baya itu menautkan kedua alisnya, kemudian bertanya.
"Ada kejadian apa sehingga wajahmu pucat begitu?" Tanyanya heran. Dan sekretaris Jung tidak langsung menjawabnya, melainkan menyodorkan sebuah amplop berwarna putih. Direktur Seo semakin bingung, ia benar-benar tidak mengerti maksud dari sekretaris Jung.
"Pagi ini resepsionis kedatangan seorang wanita, sebelumnya ia menanyakan keberadaan anda dan ingin bertemu dengan anda. Namun resepsionis tidak mengijinkan karena ia belum membuat janji dengan anda ataupun saya"
"Lalu apa yang terjadi?" Sela Direktur Seo disertai nada bicara tidak sabaran.
"Biasanya beberapa orang akan memaksa resepsionis untuk diizinkan bertemu dengan anda. Tetapi wanita ini tidak memaksa sama sekali. Resepsionis memberitahuku kalau wanita tersebut hanya meninggalkan amplop ini sebelum ia pergi. Wanita itu menitip pesan agar amplop ini benar-benar sampai ditangan anda"
Direktur Seo semakin bingung. Pikirannya berkecamuk. Entahlah, ada sesuatu yang mengganjal disini. Perasaan tidak enak membuncah dan mulai memenuhi rongga dada Direktur Seo. Dan karena rasa penasaran juga mulai memenuhi pikirannya, maka Direktur Seo memutuskan untuk bertanya mengenai ciri-ciri wanita tersebut.
"Apa kau tahu ciri-ciri wanita itu?"
"Menurut resepsionis, wanita itu memiliki rambut panjang yang terurai bebas. Agak bergelombang dibagian ujung rambut dan terlihat sangat indah. Tinggi badannya sekitar 169 cm, kulit seputih susu dan cara bicara yang terdengar sangat dingin."
"Siapa namanya?" Tanya Direktur Seo semakin antusias.
"Ia tidak memberitahu nama, tetapi ia hanya memberitahu nama keluarga. Kalau tidak salah, Kim." Jawab sekretaris Jung seraya mengingat-ingat perkataan seorang resepsionis.
Direktur Seo diam sejenak. Dan ketika ia menyadari sesuatu yang tidak benar terjadi, ia langsung bangkit berdiri. Menggebrak meja kerja, lalu melempar tatapan yang sangat tajam pada sekretaris Jung.
"Cepat cari informasi mengenai wanita tersebut! Jangan sampai ada yang terlewat sedikitpun!!" Seru Direktur Seo. "Aku mau semua informasi itu terkumpul. Dan satu lagi, perketat keamanan di luar dan di dalam gedung, karena seseorang telah memberikan sinyal perang." Tambah Direktur Seo yang langsung disambut anggukkan dari sekretaris Jung.
****
Mungkin tak pernah terpikir oleh Oh Ryu Im bahwa seseorang yang selalu membantunya melakukan pekerjaan adalah seorang penjahat handal yang jejaknya tidak pernah terlacak oleh siapapun, tak terkecuali pihak kepolisian. Wajahnya memang cantik, anggun, angkuh dan terlihat terpercaya. Otaknya yang terbilang sangat cerdas dan kemampuan berifikir diatas rata-rata, membuat setiap orang pasti akan kagum padanya. Dan orang-orang seperti Oh Ryu Im, juga petinggi-petinggi negara pasti membutuhkan sekretaris secerdas itu, yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan.
Kim Hae Jin. Wanita yang cantik, cerdas dan mempesona. Namanya sudah tidak asing lagi di telinga para pejabat. Prestasinya dalam bidang pekerjaan sempat membuat banyak pejabat tercengang. Hae Jin bahkan dinobatkan sebagai tipe sekretaris yang sangat ideal bagi para pejabat. Dan Oh Ryu Im sangat beruntung mempunyai sekretaris seperti Hae Jin.
Namun dibalik semua kecerdasannya, terselip rencana busuk yang sudah lama di simpan. Meski rencana itu tidak pernah terlaksana, tetapi setidaknya Hae Jin masih mengingatnya. Hae Jin tidak bisa melupakan rencana tersebut, sebab dendam masih tersimpan apik di dalam hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Kim Jong In
FanfictionKim Jong In namanya. Seorang pria yang mempunyai masa lalu yang kelam dan gelap. Hidupnya kini tidak terarah, tidak mempunyai tujuan. Hanya ada amarah dan dendam dalam hatinya. Siapapun yang berani menyentuhnya, sama saja membangunkan seekor harimau...
