Bab 2 : Gadis Aneh

7 1 0
                                    

Semua hantu yang ku lihat selalu ku coba hindari tapi saat melihatmu, ada sesuatu hal yang aneh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semua hantu yang ku lihat selalu ku coba hindari tapi saat melihatmu, ada sesuatu hal yang aneh.

Happy Reading~

🌼🌼🌼

Sean POV

Tidak banyak yang bisa aku lihat. Hanya sekumpulan manusia-manusia yang sibuk dengan sesuatu. Ada yang sibuk karena tugasnya, ada juga karena tuntutan dan juga karena dia suka dengan pekerjaan nya. Aku tidak pernah mengerti karena aku sendiri lupa dengan apa yang dulu aku lakukan.

Kosong dan melompong.

Beberapa kali aku coba mengingatnya, tapi tetap tak ada gunanya karena pada akhirnya aku tak ingat. Setiap kali mengingat, kepalaku malah sakit.

Apa tuhan sedang mengejekku atau apa?

Dan karena itu juga aku hanya berjalan-jalan tanpa tujuan. Mencoba mengisi waktuku yang selalu kosong dan luang. Ketika bosan, aku kadang mengerjai manusia. Walau mereka heboh karena aku jahili tapi sebenarnya aku hanya menggeser barang. Ekspresi mereka sedikit menghibur hatiku yang sudah tak berdetak.

Memangnya aku masih punya ya?

Langkahku tiba-tiba terhenti di depan gerbang ini lagi. Sudah berapa kali aku mencoba menghindarinya, tetap saja aku berakhir disini. Apa aku kesambet akan sesuatu di dalam sana?

Aku melangkah masuk, dan masih sama. Hanya anak anak muda yang sibuk dengan kegiatan belajar dan mengajar. Aku ingin menganggu mereka sedikit tapi sepertinya sudah banyak yang melakukan tugas itu untukku. Hantu-hantu disini sama jahilnya dengan sosok yang sering aku temui.

Di sekolah ini juga, aku kenal salah satu sosok yang sama denganku. Kami bertemu karena aku yang tak sengaja menendang tong sampah di dekat gerbang sekolah.

Hal tak asing tapi tidak baginya. Ternyata tempat sampah itu sudah menjadi teman bicaranya. Oh, namanya pak Yana. Benar dia berumur jauh dariku. Pak Yana, satpam yang meninggal karena katanya dia terpeleset sisa makanan di dekat gerbang. Sepertinya saat itu dia tak lihat dan berakhir mati.

Aku melayang mendekati pak Yana yang duduk jongkok di pinggir tong sampah.

"Halo pak." Dia melihatku dan menatapmu, tatapannya masih sama. Sangat kosong dan tak berjiwa.

"Nak Sean, main kesini lagi?"

"Lebih pada kaki saya yang selalu berhenti disini jika lewat pak."

Pak Yana melihatku lalu mengangguk, dia sepertinya sedang menilai ku tanpa aku sadari. Apa alasanku aneh?

"Kalau begitu silakan saja, saya lagi sibuk." Aku melirik tong sampah disampingnya,

"Memangnya ngobrolin apa lagi pak?"

His Name is Sean [Jaemin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang