part 3

27.9K 41 0
                                    

setelah itu pacarku ke kamar mandi, aku berusaha diam dan mengatur nafas. Agar pacarku tidak menyadari keberadaan ku. Ku lihat Dinda membuka jilbab, celana dan CD nya. Dia membersihkan sperma di tubuhnya. Dinda juga mengecek memeknya yang ternyata sudah basah. Ah, pacarku terangsang. Di lain sisi, Ethan sedang merapikan pakaiannya.

E : aku pulang Din
D : iya, jangan pernah ke sini lagi. ingat, ini kosan cowok ku
E : haha, siap. Makasih ya cinta ku
D : ewhhh...

Pacarku lalu keluar kamar mandi dengan tubuh telanjang. Dia lalu memakai pakaiannya lagi dengan lengkap tapi tanpa hijab. Dia lalu mengirimkan pesan kepadaku. Dan....

Ah sial, ponsel ku berbunyi. Dinda agak kaget dan mencari dari mana sumber suara itu. Pacarku tanda betul dengan suara notifikasi hp ku. Karena ethan sudah pergi aku tidak perlu sembunyi lagi. Aku pun turun dan menemui pacarku. Dia terlihat agak kaget. Apalagi melihat ku yang penuh keringat.

D : sa-sayang. Dari mana?
A : ngintip
D : hah?
A : iya, aku lihat semuanya

Pacarku yang kaget langsung menangis dan meminta maaf kepadaku. Dia terduduk lemas mengetahui aku melihat semua kejadian tadi.

D : sayang, maaf. Aku khilaf. Aku..aku
A : udah, tenangin diri kamu dulu
D : hiksss

Aku lalu mendekati pacarku dan memeluknya. Dia juga membalas pelukannya. Ku usap rambutnya dan berusaha menenangkan pacarku. Ku kecup juga keningnya dengan mesra.

D : maaf yang
A : kenapa ayang kaya gitu?
D : hmmm, aku khilaf
A : alasan klasik yang. Jujur aja coba
D : awalnya aku gak pengen kok. Aku kira Ethan ke sini juga buat main-main doang. Kamu pasti juga gak marah aku temenan sama siapa aja.
A : iya, lanjutkan
D : waktu Ethan bilang pengen cium aku awalnya ragu. Karena sama aja aku mengkhianati kamu. Aku juga bukan wanita murahan. Tapi aku keinget kamu punya fantasi cuckold. Jadi aku iyain aja. Dan selebihnya aku malah bablas.
A : gitu, ya kalau kamu melakukannya demi aku gak masalah kok
D : beneran gpp?
A : tergantung juga sih. Niat mau cerita gak?
D : ya cerita dong...
A : kalau gitu aku gak marah

Pacarku akhirnya berhenti menangis. Kini dia sudah tersenyum. Terlihat sekali wajah panik dan ketakutannya saat melihat ku tadi. Sekarang wajahnya sudah terlihat ceria.

D : kamu kenapa keringatan?
A : panas
D : emang ngintip di mana?
A : di loteng, haha
D : niat banget. Terus gimana perasaan kamu lihat aku tadi?
A : campur aduk. Marah, cemburu, horni. Apalagi waktu dia cium bibir ayang, pengen mukul rasanya.
D : haha, gitu sok-sokan mau lihat aku dientot
A : iya, jadi ragu sih. Terus ayang gimana?
D : rasanya bersalah banget sayang. Aku udah mengkhianati kamu. Tapi ada penasaran juga. Terus aku juga merasa rendah banget. Gak nyangka aku biarin tubuhku dilihat cowok lain.
A : kalau mau lanjut harus totalitas. Jangan mikirin itu
D : lah, emang mau lanjut? Tadi katanya ragu
A : ayang sendiri gimana? Mau gak lanjut?
D : hmm, penasaran sih, kontol dia panjang banget sayang. Gimana ya rasanya kalau masuk ke memek aku
A : ahh, aku makin horni.

Langsung ku serang pacarku dengan mencium bibir dan meremas dadanya. Ku peluk tubuhnya dengan erat. Nafsuku sudah memuncak dari tadi, begitu juga dengan pacarku. Tangannya dengan sigap membuka celanaku. Mengeluarkan kontolku yang sudah tegak. Aku duduk di pinggir tempat tidur dan pacarku segera mengocok kontolku. Tangan lembutnya dengan telaten mengocok kontolku

lanjutan ceritanya ada di karyakarsa ya

Link ada di profilku

Pacarku DindaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang