Sasuke tidak bergeming. Itachi yang tidak tahan segera memukul perut Sasuke, membuat luka di perut pria itu kembali terbuka.
Sasuke jatuh menunduk. Ia menggigit bibirnya menahan sakit. Mata onyx nya menatap Sang pelaku dengan tajam. "Sialan kau Itachi!"
"Pergi dan bersihkan dirimu. Atau kau mau aku membawa Hinata lagi?!" Ancam Itachi.
Sasuke mendecih lalu mulai berkata kasar. Namun walaupun begitu, pria itu menurut dan akhirnya berbalik keluar dari kamar Sang wanitanya.
Itachi mendengus. "Harusnya ku lakukan itu sedari dulu."
*
Amethys itu akhirnya mulai menampakan diri. Hinata akhirnya mulai sadarkan diri.
Wanita itu menyipitkan matanya lalu mulai mengerjapkan kelopak matanya. Ia melirik sekitarnya dan menemukan beberapa orang yang mengelilingi nya. Ia masih belum sadar sepenuhnya, karena itu saat melihat Pria berambut raven yang tersenyum kepadanya membuat Hinata cukup kebingungan.
Siapa?
"Syukurlah, anda sudah sadar." Seorang pria dengan jas putih mengeluarkan suaranya. Ia meletakan peralatan Dokternya begitu selesai memeriksa Wanita itu.
"Nyonya Hinata baik-baik saja. Saya akan membawa Dokter Suzune kemari, Saya pamit undur diri." Ucap Dokter itu lalu berjalan keluar diikuti dengan beberapa Suster yang sedari tadi menemani Dokter tersebut. Meninggalkan Hinata dengan dua orang Pria yang hampir mirip.
Merasa di tatap oleh Pria rambut raven itu membuat Hinata ikut menatap Pria itu.
Begitu melihat tatapan onyx itu, memori nya perlahan muncul kembali. Membuat Hinata seketika membuang pandangannya. Tangannya meremas selimut dengan kuat.
Pria itu. Kenapa dia harus di sini?! Batin Hinata. Ia sungguh tidak ingin melihat pria itu lagi.
Melihat Hinata yang terlihat membencinya membuat Sasuke merasa yakin jika wanita nya sudah mengingat semuanya.
Itachi yang merasa kedua nya butuh privasi, Perlahan bergerak keluar.
Begitu Itachi pergi, Sasuke dengan perlahan mendekati ranjang Hinata. Ia duduk di kursi dengan tatapan yang masih menatap Wanita itu.
"Kau butuh sesuatu?" Tanya Sasuke halus. Membuat Hinata tersentak kaget, Pria itu jarang sekali berbicara halus seperti ini, jikapun ingin melakukan nya, pasti Pria itu hanya ingin menyetubuhi nya saja.
Namun Sasuke hanya memastikan Hinata baik-baik saja, Ia sudah sadar dengan dirinya sendiri. Karena itu ia ingin menebus kesalahannya nya kali ini.
Hinata masih diam. Wanita itu sebisa mungkin menahan tangisannya. Ia melampiaskan emosinya dengan meremas selimut Rumah Sakit.
"Hinata?" Sasuke kembali memanggil. Ia masih menatap Hinata yang terus diam tanpa menoleh kearahnya.
"Berhenti memanggil namaku." Ucap Hinata pelan namun menusuk.
"Kau ingin makan?" Tanya Sasuke lagi. Pria itu sama sekali tidak marah dengan nada bicara Hinata.
"Aku berharap kau mati." Balas Hinata dingin, ia masih tidak melihat kearah Pria itu.
Suasana di antara mereka seketika hening. Ucapan Hinata yang begitu menginginkan nya mati membuat Sasuke merasa sesak.
Hinata benar-benar sangat membencinya.
Sasuke sangat tahu itu, namun hati nya menolak nya. Ia tidak akan pernah meninggalkan Hinata, walaupun wanita itu menginginkan nya pergi.
Sasuke bangkit berdiri, ia mencari sesuatu di sudut kamar lalu kembali menghampiri Hinata. Sasuke menarik tangan Hinata membuat Wanita itu tersentak kaget dan berusaha melepaskan tangannya dari tangan besar Pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[7] BROKEN HEART (IN PROSES)
AléatoireAku diperkosa, lalu di buang keluargaku sendiri. Menyedihkan bukan? Aku hamil, dan tidak ada satupun yang menolongku. Aku gila, Karena mereka. Biarkan aku mati. Aku tidak bisa lagi hidup seperti ini * Aku menemukan dia. Tersenyum bodoh dan senang...
![[7] BROKEN HEART (IN PROSES)](https://img.wattpad.com/cover/159148694-64-k996615.jpg)