Dia

11.4K 719 27
                                        

Sasuke menarik tubuh mungil itu dan memeluknya dengan erat. Mencium aroma tubuh Hinata dengan rakus. Entah kenapa gadis ini selalu membuatnya merasa nyaman.

Sasuke lah yang mengajari setiap kata kepada gadis itu. Cara berbicara, sopan santun dan lainnya. Hingga Hinata menjadi gadis penurut, tapi tetap saja gadis itu ingin mendapat imbalan. Dia persis seperti anak anak. Sasuke menghela nafas, tidak ingin memikirkan apapun.

"Oyasumi, Hinata..." Ucap Sasuke lembut.

*

Wanita berambut cokelat sebahu itu bergumam pelan menyanyikan sesuatu dan terus mengelus rambut basah Hinata yang basah dan penuh busa.

Ia mengambil shower dan mulai membersihkan rambut itu dari busa putih. Pandangan nya jatuh ke kulit Hinata yang pucat dan banyak tanda kemerahan di sana.

Wanita itu menghela nafas panjang. Lagi lagi seperti ini. Bahkan bercak merah yang di buat majikannya itu belum sepenuhnya hilang dan pria itu dengan cepatnya membuat tanda baru.

Matsuri benar benar tidak habis pikir dengan cara pemikiran tuan muda yang sekarang telah menjadi majikannya itu. Pria tampan namun dengan dengan tingkah anehnya yang melakukan hubungan intim dengan gadis tidak waras.

Marsuri segera membalut tubuh berisi Hinata dengan handuk dan mengiringnya untuk keluar dari bathub. Ia mengambil beberapa dress musim panas dan menunjukannya kepada Hinata yang hanya terdiam.

Matsuri menghela nafas melihat kediaman gadis itu dan memutuskan untuk  mengambil dress bewarna kopi susu.  Begitu selesai memasukan tubuh Hinata, gadis berambut cokelat sebahu itu segera mengeringkan dan menyisir rambut setengah basah Hinata.

"Apa Hinata-sama ingin kue kacang? Shi-san baru memasaknya tadi pagi." Ucap Hinata di sela kegiatannya. Ia melirik pantulan wajah Hinata yang cemberut di cermin. Ia menggerakan kedua ujung jemarinya dengan gelisah. Menandakan dia sedang menginginkan sesuatu.

"Hinata mau main bunga." Jawab nya pelan, nyaris berbisik.

Matsuri mengulas senyum nya. Ia sangat mengenal Hinata, karena dia adalah suster yang selalu menjaga Hinata saat tidak ada satupun keluarga gadis itu yang mau membesuk nya.

"Baiklah. Tapi bagaiman jika Hinata-sama makan beberapa kue dulu? Nanti sakit perut loh jika perutnya kosong." Jawab Matsuri.

Gadis itu menatap Matsuri dengan kedua matanya yang begitu cantik,"Benarkah? Kalo begitu Hinata akan makan!"

Matsuri segera tertawa melihat kepolosan Hinata. Gadis itu memang mulai jarang makan, apalagi sejak keberadaan Sasuke yang hanya seminggu sekali dan membuat gadis itu begitu kesepian karena dirinya harus tidur sendirian di ranjang super besar milik Sasuke. Padahal, dia terkenal rakus jika berurusan dengan makanan.

"Baiklah, saya akan membawanya." Pamit Matsuri dan segar pergi untuk membawa sepiring kue kering dan segelas susu putih.

*

Hinata yang memakai dress kopi susu asyik memutar tubuhnya sambil mendekap beberapa bunga cornflower bewarna biru. Ia tertawa kecil dan begitu menikmati kegiatannya.

Matsuri yang melihat gadis itu dari kejauhan mengulas senyum nya, ia senang melihat gadis itu bermain dengan lingkungan sekitarnya daripada harus melihatnya bermain dengan boneka kusamnya di dalam ruangan besar yang begitu sepi. Ia berlalu dan ingin mengambil beberapa cemilan dan air dingin untuk gadis itu untuk berjaga jaga jika gadis itu kelaparan dan kehausan.

Hinata bersenandung senang dan mendudukkan dirinya di atas rumput sambil mencoba merangkai bunga cornflower biru dan freesia ungu seperti sebuah buket bunga.

[7] BROKEN HEART (IN PROSES)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang