Setelah menemui Hartono. Jaka dan juga Rose pergi menuju kamar mereka bersama. Rose yg sempat izin sebentar ke kamar mandi, saat dia balik kedalam kamarnya, ia menemukan suaminya sudah berganti pakaian terlihat jika Jaka seperti akan pergi keluar
"Mas Jaka mau keluar?" tanya Rose mendudukan dirinya di pinggir ranjang
Jaka yg sedang meresletingkan switer denimnya menoleh menatap Rose lalu mengangguk, "iya. Mas mau keluar dulu ada urusan mendadak. Temen mas masuk rumah sakit, dia sendirian gaada yg jagain disana. Jd mas mau kesana nemenin dia sampe pagi. Kamu disini aja ya. Jangan nunggu mas pulang karna mas juga disananya lama" ucap Jaka
"Ohh yaudah deh. Kalau gitu aku titip salam aja sama temen kamu biar cepet sembuh" kata Rose
Jaka mengangguk dan tersenyum. Dia mengambil ponsel dan dompetnya sebelum berpamitan kepada sang istri, "kalau gitu mas berangkat yah. Kamu langsung tidur aja jangan bergadang" pamit Jaka. Dia mencium bibir istrinya sebentar sebelum pergi meninggalkan istrinya
Rose pun memutuskan untuk tidur langsung karna waktu juga sudah malam. Besok dia harus bangun pagi
•
Pagi hari pukul 4:30
Rose yg baru saja bangun dari tidurnya. Dia mengusap kedua matanya yg masih sedikit terpejam sebelum terduduk di pinggir ranjang. Ia masih terdiam mengumpulkan kesadarannya sebelum Rose mendengar pintu kamarnya dibuka menampilkan Jaka yg baru saja pulang
"Mas baru pulang?" tanya Rose dengan seraknya
Jaka yg baru saja menutup pintu berbalik dan berjalan menuju istrinya dan duduk disqmping Rose, "iya. Mas baru pulang. Kamu kenapa udah bangun? Ini masih pagi banget lanjut tidur lagi aja sana" ucap Jaka lembut sembari mengusap helaian rambut Rose
"Engga mas. Aku mau langsung mandi aja abis itu cuci baju. Mas ga inget bapak nyuruh kita bangun pagi-pagi buat beresin rumah ini karna bakalan ada anaknya bapak yg dateng dari Swis itu?" kata Rose
Jaka sontak menepuk keningnya karna sempat lupa dengan hal itu, "loh iya?? Aduh mas sampe lupa sama itu"
Rose cuman geleng kepala melihat suaminya, "yaudah. Mas istirahat aja dulu disini. Nanti aku bangunin kamu jam setengah enam buat bersihin mobil bapak. Aku mau mandi dulu sekarang" ucap Rose berdiri dari duduknya dan berjalan kearah kamar mandi yg berada diujung kamar pembantu
Jaka mengangguk. Dia memang sedikit lelah karna dia tidak tidur semalaman, dan dia baru bisa istirahat sekarang, itupun hanya 1jam setengah, sebelum dia harus bangun lagi bergegas untuk mempersiapkan mobil dan sebagainya untuk menjemput anak majikannya
•
Pukul 12:30 siang
Aktifitas dirumah keluarga Hartono tidak terlalu ramai karna dirumah besar dengan 3tingkat ini tidak negitu memiliki banyak pembantu inti. Mereka selalu membersihkan rumah megah itu setiap satu minggu sekali menggunakan jasa tukang. Para pembantu inti yg bekerja untuk memasak, membersihkan rumah (seadanya), membersihkan kamar, membersihkan halaman luar, berkebun dan security, jumlah keseluruhannya hanya 12 orang dengan 4diantaranya laki-laki termasuk Jaka, dan 8 sisanya adalah perempuan termasuk Rose
Jadi jika ada penyambutan seperti ini. Mereka tidak harus membuat rumah ini seperti stasiun kereta karna banyak orang hilir mudik dikarenakan kondisi rumah yg sudah bersih. Mungkin hanya pekerjaan seperti menyuci baju, mencuci piring, juga membereskan kamar—mereka mengerjakan itu setiap harinya
"Saya mau kamu yg memasak untuk makan siang hari ini bisa, Rose?" tanya Hartono kepada Rose
Sekarang mereka sedang berada dihalaman depan sedang berdiskusi sebentar sebelum keberangkatan Hartono menuju bandara untuk menjemput Anaknya

KAMU SEDANG MEMBACA
Terjerat Hasrat Tuan Muda
NouvellesRose Sulastri, gadis kampung biasa yg lahir di desa Antapani. Umurnya baru menginjak 25tahun namun dia sudah menikah dengan, Jaka Juanda, yg usianya hanya selisih 1 tahun dengannya, yaitu 26tahun. Kami awalnya berteman dekat namun karna kami merasa...