welcome to castello familly

341 24 0
                                        

Happy reading



Udah dingin di dalam kabin pesawat menyentuh permukaan kulit dari bocah kecil yang masih terlelap itu

"Eunghhh...."

Matanya mengerjap berusaha menyesuaikan cahaya sekitar, ia telusuri sudut ruangan yang terlihat aneh baginya.

Entah sejak kapan, arya baru tersadar jika dirinya berada di pelukan arsen yang masih terlelap

"Ish.. lepasin... Hiks... Brengsek hmmp"

Sebuah tangan membekap mulut arya, ia adalah arsen meskipun mata nya terpejam namun telinganya masih tetap terjaga

"Jangan pernah berkata kotor baby, atau nanti abang hukum"

Arya diam namun isakan nya masih terdengar oleh arsen, ia buka matanya dan melihat bayi besar yang ada di pangkuan nya

"Kenapa? Hmm?"

"Ini dimana? Hiks.. alya mau pulang om hiks.."

Arsen mendekap erat tubuh arya, memeberikan kenyamanan hingga tertidur kembali.

🌜🌜🌜🌝🌛🌛🌛

Arsen melangkahkan kakinya melewati pintu utama sebuah mansion yang sangat besar dengan arya yang terlelap di gendongan koalanya

Para maid dan bodyguard yang berpapasan membungkuk 90° setiap bertemu anggota keluarga castello.

"Ayah.."

Sebuah ruang keluarga yang terasa amat dingin padahal semua anggotanya ada disana.

"Siapa yang ada di gendongan mu itu arsen?"

Alleta sang bunda langsung bertanya tentang sosok yang ada di gendongan putra keduanya itu.

Sosok yang sebelum nya ia panggil "ayah" berdiri dan menghampiri arsen dengan raut menahan emosi

Bugh...

Tubuh arsen tersungkur setelah menerima bogeman dari ayahnya.
Beruntung, arsen masih memeluk arya sehingga hanya tubuhnya saja yang menyentuh lantai.

"Kau berani membawa orang asing ke mansion ini? Atau itu adalah anakmu? Kau sendiri tau bukan jika tidak ada yang boleh membawa orang asing masuk kedalam mansion ini"

Arsen terdiam, ia lupa akan aturan mansion yang sudah ada sejak lama, ia pandang tubuh kecil yang mulai bergerak tidak nyaman itu dan mulai mengeluarkan tangisan nya.

"Berikan padaku"

Morgan menarik kasar lengan kecil itu, arsen berusaha menahan nya namun sang ayah semakin menarik kasar lengan arya

"Hiks.... Sakit.... Hiks... Sa..kit tangan alya"

Morgan menganggkat rahang arya dengan kasar, membuat si empunya merasa semakin kesakitan

Deg....

"Axcel? Bagaimana mungkin"
Morgan mematung ketika melihat wajah arya yang memang sangat mirip dengan mendiang bungsunya.

Aletta menghampiri sang suami dan ikut terkejut melihat anak yang ada di hadapan nya. Ia singkirkan tubuh morgan dan meraih anak itu

"Axcel? Sayang nya bunda hiks..."

Aletta membawa arya kedalam gendongan dan duduk disamping seno, seno sang anak sulungpun juga ikut terkejut namun ia cepat mengalihkan keterkejutan nya.

"Huwaaaaa sakit... Hiks... Hikss... "

Aletta segera mengayun tubuh aryan dan mengusap lembut rahang nya yang merah

"Arsen jelaskan!"

Morgan kembali duduk di single sofa dan menatap arsen yang sudah berdiri di hadapan nya.

Arsen menjelaskan semua yang terjadi saat di indonesia secara detail, ia juga memberikan amplop berisi dokumen tentang arya kepada morgan.

"Syukurlah dia anak yang sehat"

Morgan mengatakan demikian karena tidak ada riwayat penyakit ataupun riwayat pernah di rawat di rumah sakit.

Aletta kembali menatap arya yang mulai tenang namun masih terisak

"Axcel ini bunda sayang, jangan nangis yaa... Nanti sesek"

Arya menatap wanita yang menggendongnya dengan tatapan dalam, ia merasa asing namun hati nya merasa nyaman

Arya menggeleng kecil.

"Hiks... Ini alya... Hiks, nama alya bukan axcel hiks..."

Tentu saja aleta tau jika anaknya sudah meninggal 8 tahun silam, namun karena wajah dan suara arya sangat mirip membuatnya lupa akan fakta itu.

"Maafin bunda sayang... Sekarang alya tinggal di sini ya, panggil bunda nak, itu ayah, sebelahnya ada abang arsen yang tadi mengantar kamu, dan yang di sebelah bunda ini abang seno, mulai sekarang alya tingga di sini ya"

"Aletta!, terlepas dari dia mirip dia tetaplah orang asing"

"Aku tidak perduli mas, dia tetap tinggal disini"

Putusnya tidak ada perdebatan lagi di antara mereka, semuanya diam menatap sosok yang masih aleta gendong.

"Baby alya tidur sama bunda ya..."

Arya menggeleng kecil
"Alya bukan alya hiks.."

"Iya alyakan?"

"No.... Alllllllya"

Aleta yang bingungpun menatap arsen dan meminta penjelasan

"Arya ma, dia cadel"

Tawa renyah terdengar dari aleta, semua orang tertegun mereka sudah lama tidak mendengarkan tawa dari sang ratu mansion itu, begitu pula morgan.

"Alya mau tidur sana abang alsen aja"

Aleta menatap arsen malas, dan memberikan arya dengan terpaksa.
Lantas arsen segera membawa arya kekamarnya di lantai 3, membaringkan nya di kasur king size dengan hati².

"Mas biarkan arya disini, aku menginginkan nya"

"Terserah kamu saja, saya akan tetap mengawasinya"

Aletta memeluk erat suaminya dan mengabaikan tatapan seno kepada mereka, seno memilih bangkit menuju kamarnya dan meninggalkan dua sejoli itu disana

"Mas bisa saja tuhan menghidupkan kembali axcel dalam diri arya untuk memberikan kita kesempatan kedua, aku tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya mas"

Morgan memeluk erat tubuh aletta yang bergetar mengingat kelakuan mereka yang mengabaikan si bungsu hingga tuhan lebih menyayanginya.















🌜🌜🌜🌜🌜

Yey update juga akhirnya, gimana nih?

Jangan lupa lika dan komen ya

AryaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang