Di tempat lain tepatnya di perusahaan Xiao terlihat Reba dan suaminya sedang sibuk menerima telfon di handphone masing masing
"Haahh"
Helaan nafas keduanya sembari bersamaan mendudukan diri di sofa
Sambil memijit pangkal hidungnya Daren berkata
"Aku pikir setelah perusahaan kembali normal semua akan lebih mudah, haaaah ternyata tidak"
Sambil merebahkan kepala kebelakang Reba menjawab
"Kau pikir semua kolega bisa begitu saja langsung berhamburan datang setelah perusahaan kita dinyatakan bangkrut"
"Sama saja kalau begini kita tetap bekerja keras"
"Mau bagaimana lagi, setidaknya kita hanya perlu berjuang sedikit lagi toh kita juga sudah mendapatkan banyak uang dari tuan Wang"
Daren dengan cepat menoleh ke arah sang istri dan menatap rumit, Reba yang seketika di tatap seperti itupun langsung menyambar
"Kenapa menatapku seperti itu, bukankah perkataan ku benar"
Ketusnya pada sang suami
"Reba, apa kau yakin dengan keputusanmu Kali ini, maksudku apa kau tidak-"
"Kita sudah membahasnya!"
Seketika Reba meninggikan suara dan menegakan posisinya lalu menyilangkan kedua tangan di depan dada
"Kamu meragukan ku Daren?"
Ucap Reba sembari menatap tajam kearah Daren
"Hahhh," Daren memilih memutuskan pandangan terlebih dahulu karna ia merasa suasana mulai memanas lalu darenpun membuang pandanganya ke sembarang arah
"Bukan seperti itu maksudku Reba"
"Lalu apa?, kau ingin Xiao Zhan kembali,?iya?"
Kembali Daren menoleh kali ini ia sedikit tersungkut emosi
"Siapa yang berkata begitu Reba!"
"Kau memang tidak berkata Daren, tapi perkataan dan tingkahmu mengatakan begitu,kau kira aku bodoh, kau kira aku tutup mata atas semuanya?"
"Cukup Reba!"
"Sekarang kau membentaku!"
Daren memilih berdiri dan meninggalkan Reba kearah kursi kerjanya, sembari berjalan ia berkata
"Bukankah tadi kau bilang kita sudah membahasnya, jadi jangan di perpanjang lagi, dan satu hal lagi, aku percaya padamu istriku"
Lalu Daren melanjutkan langkahnya ke kursi kebesarannya
Reba hanya memutar matanya malas lalu kembali menyandarkan diri ke sofa tidak lupa ia memeriksa handphonenya untu kembali berkomunikasi dengan sekertarisnya untuk membahas perusahaan
*
Di ruangan haikuan saat ini sedang berisikan 3 orang yang tidak lain adalah Dylan, Yubin dan haikuan sendiri, haikuan yang dengan tenang duduk di kursi kerjanya dan jemarinya lincah menekan keyboard pada leptop sedangkan matanya memindai satu persatu kalimat di layar tersebut terlihat sangat serius dan fokus
Jangan lupakan posisi Yubin dan Dylan saat ini dimana Yubin sedang bersandar pada jendela ruangan sembari sesekali memeriksa iPad di tangannya dan Dylan yang duduk tenang di sofa sembari membaca beberapa file yang menumpuk depanya, ke 3 orang tersebut telah hanyut dalam kesibukan masing-masing dan tanpa suara
Jika di tanya kenapa Yubin dan Dylan di ruangan haikuan?, tidak diruangan masing-masing? karna memang itu permintaan haikuan, Dylan dan Yubin sengaja diajak keruangan tuan pertama Wang ini untuk mendiskusikan sesuatu dan sekarang mereka tengah mempelajari serta mentelaah hal tersebut setelah selesai tadi haikuan menjelaskan garis besarnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny (Yizhan) END Pdf
Romancesebuah kehidupan memang penuh dengan kejutan, begitupun dengan takdir kita tidak pernah tau seperti apa ujung dari takdir kita yang kita bisa hanyalah melakukan semua hal dengan baik dari setiap takdir kehidupan kita "terimakasih sudah hadir di hid...
