Warning❗
Chapter ini no edit jadi semisal ada typo dll mohon di maklum yaa
Wang yibo sudah duduk berhadapan dengan haikuan di ruangan sang Gege
"Jadi apakah benar begitu Didi?
"Hm"
"Kau yakin?"
"Hm"
"Bagaimana jika gagal?"
"Tidak akan!"
"Tapi kau sudah menampakanya yibo"
"Mereka tidak tau!"
"Haaah"
Haikuan menyerah adiknya ini memang sangat keras kepala
"Baiklah Gege percaya padamu"
Wang yibo menatap lurus kearah haikuan
"Kapan kita akan melakukanya?"
"Secepatnya!"
"Kau yakin sudah siap dalam waktu cepat yibo?
"Hm"
"Tapi xia-"
"Urusanku!"
"Hm baiklah, Gege harap ini semua sesuai rencana yibo"
"Hm"
Perbincangan alot keduanya tak terasa memakan waktu hampir 3 jam dan sekarang ini sudah mendekati waktu pulang dimana biasanya 1 jam lagi mereka akan pulang ke rumah masing-masing
"Kita berbicara sangat lama yibo, bahkan sekarang sudah mendekati waktu pulang"
Wang yibo melirik kearah jendela besar dan melihat sudah mulai menuju senja lalu kembali menatap haikuan
"Sudah!"
Ya itulah kata-kata singkat yang sedari 3 jam lalu Wang yibo keluarkan bahkan sedari tadi yang berbicara sebenarnya hanya haikuan saja yib ihanya akan menyanggah 1 sampai 5 kata saja
"Hm kau boleh kembali ke ruanganmu Didi"
Wang yibo berdiri dari duduknya lalu sedikit membungkuk kearah haikuan, haikuan pun menanggapi dengan menganggukan kepala lalu Wang yibo pergi meninggalkan haikuan
*
"Nah ya ya begitu, betul"
"Bukan, sedikit lagi, nah ya begitu"
"Wahahaha ya ya bagus, bagus pertahankan seperti itu"
Itulah yang sedari tadi Dylan lakukan terus mengarahkan xiao Zhan sesuai apa yang tertulis pada buku
"Gege, apakah masih banyak?"
Tanya Zhan lesu, ia merasa sekarang ini tenaganya benar-benar terkuras habis
Bagaimana tidak salahkan saja tuan Wang, karna apa? Ya karna menugaskan dilan untuk melatih xiao Zhan terlalu banyak hal dan kali ini Dylan menuntut harus segera bisa
Ya, Dylan sedikit menekan xiao Zhan, karna mau bagaimana lagi? Tuan Wang tidak punya hati sekali pada Dylan karna hanya memberikan waktu yang singkat
"Haaah"
Lelah Dylan lalu meletakan buku diatas meja, dan menatap kearah Zhan, mata mereka bertemu pandang
"Astaga mata indah itu, berapa sangat menakjubkan"
Batin Dylan sempat terlena
"Aishhh, apa yang kau pikirkan Dylan? Tidak tidak jangan macam-macam jangan terpesona tidak boleh tidak boleh"
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny (Yizhan) END Pdf
Romancesebuah kehidupan memang penuh dengan kejutan, begitupun dengan takdir kita tidak pernah tau seperti apa ujung dari takdir kita yang kita bisa hanyalah melakukan semua hal dengan baik dari setiap takdir kehidupan kita "terimakasih sudah hadir di hid...
