Teman masa kecil -2

1.3K 116 0
                                    















Setelah kejadian Minggu lalu, mereka tidak ingin saling berpandangan. Mereka gugup sangat gugup. Terlebih Azizi, dia tak menduga akan menjadi seperti ini. But Azizi tidak mempermasalahkan itu, hari ini Azizi benar-benar hanya mengajak ketaman belakang sekolah. Mereka sibuk dengan urusan masing-masing, bagi Azizi tak masalah karena memang ia mengajak Adel hanya untuk tujuan sekedar mengajaknya refreshing. Namun berbeda dengan Adel, dia bingung kenapa Azizi mengajak nya kesini, pikirannya kemana-mana. Akhirnya ada yang memecahkan suasana hening yaitu..

"Kak." Panggil Adel. Azizi merasa dipanggil pun mengalihkan perhatiannya pada Adel. Azizi mengangkat satu alisnya.

"Kak Zee, mau ngapain ngajak gue kesini?" Akhirnya pertanyaan itu dilontarkan oleh Adel, karena Adel sungguh penasaran. Azizi tersenyum

"cuman ngajak refreshing aja kok." Jawab Azizi, dugaannya benar. Karena sedari tadi Azizi mendengar gumaman nya Adel, Azizi tadi menahan tawanya.

"ouh.. kak Zee lagi ngerjain apa itu?" Tanya Adel.

"oh, ini." Azizi menunjukkan catatannya. Adel membulatkan matanya ketika melihat namanya dicoret dicatatan Azizi. Sambil menahan senyum Adel bertanya.

"kenapa dicoret? padahal banyak banget namanya" Azizi tersenyum.
"nah, akhir-akhir ini kan kamu sering ga terlambat. Jadinya aku coret aja tapi jangan lambat lagi lho ya?" Jelas Azizi panjang. Adel mengangguk cepat dan tersenyum. Azizi senang melihat Adel yang seperti itu, sungguh ingin melihatnya seperti itu setiap hari. 




∆∆∆

Di pagi hari yang cerah ini, Azizi melakukan kegiatan seperti biasanya yaitu osis. Terutama ada banyak kegiatan yang menumpuk diruangannya, Azizi terbiasa karena sudah bertahun-tahun menjadi osis, Azizi selalu terpilih menjadi osis. Jadi tidak perlu heran jika akhir-akhir ini Azizi sibuk.. Saat Azizi ingin ke ruangannya, dia melihat ada 3 seseorang sedang mem bully adek kelas. Azizi menghampiri 3 seseorang itu, dan memarahinya. Tentu 3 orang itu tak mau berurusan dengan Azizi. Biasa dipanggil king, setelah Azizi mengusir 3 orang itu. Azizi menghampiri murid yang di bully barusan, azizi membantu murid itu untuk berdiri. Karena luka dikakinya cukup banyak.

"Ayo, kakak anter ke uks" ucap Azizi sambil memegang tangan murid itu agar tidak jatuh. Sesampainya diuks, murid itu diperiksa. Hanya luka kecil saja, namun murid itu tidak boleh banyak bergerak dulu karena lukanya akan membesar. Azizi mengangguk ke dokter uks itu lalu menghampiri murid itu yang masih berbaring. Azizi membulatkan matanya ketika melihat siapa yang di bully tadi. Dan ternyata itu teman kecilnya, namun Azizi masih belum bisa memastikan benar atau tidaknya.

"kamu.. flora ya?" Tanya Azizi memastikan. Murid itu mengangguk pelan. Lalu bertanya

"Kamu siapa?" Tanya flora, seketika Azizi berkeringat. Teman semasa kecilnya tidak ingat dia,? Sungguh menyakitkan. Azizi berusaha tetap tenang dan santai.

"g–gue, Azizi. Ketua osis disini, kamu anak baru ya?" Tanya Azizi walau sedikit gugup.

"Iya, kenalin aku flora shafiqa. Panggil aja flora" setalah mengucapkan kalimat barusan, ada yang memanggil atau lebih tepatnya berteriak nama flora. Suara itu semakin dekat.

Cklek

Pintu uks yang bermula tertutup menjadi terbuka lebar, memperlihatkan sosok perempuan dengan keringat bercucuran didahinya. Azizi menghampiri perempuan itu.

Osɪs? (Zeedel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang