Hukuman -1

2.3K 142 0
                                    

Enjoy!

Disebuah rumah ada seseorang yang terburu-buru karena terlambat sekolah.

"makan dulu, Rev" tawar ibunya, yaps. Orang yang dipanggil tadi itu Reva hidela zafran. Kerap dipanggil Adel, namun dirumah dia dipanggil Reva karena Reva anak kesayangan ibu dan ayahnya.

"Enggak usah mah, Reva udah telat nihh" Adel tentunya menolak dan memakai sepatunya dengan terburu-buru. Ibunya menggeleng kepalanya pelan melihat kelakuan anak kesayangan nya

"Yaudah, hati-hati bawa montor nya" ucap ibunya, Adel hanya mengangguk, lalu dia keluar dan naik ke montor favorit nya.

∆∆∆

Adel telah sampai di sekolahnya lalu memakirkan montornya, benar saja. Gerbang masuk sekolah sudah ditutup oleh satpam, Adel berpikir sejenak. Dan pada akhirnya dia menemukan ide yang bagus, Adel memanjat tembok sekolah. Setelah Adel memanjat tembok sekolah ia berlari ke kelas nya, namun... Adel bertabrakan oleh seseorang.

"Aduh, kalau lewat tuh lia-" ucapan Adel terhenti ketika melihat siapa orang itu, ya. Itu ketos disekolahnya, Adel hanya cengingisan. Tidak berani menatap ketos nya itu. Ketos itu menatap tajam ke Adel

"ngapain?" Ketus OSIS itu, tak lain melainkan OSIS itu adalah Azizi Harlan asadel.

"hehe... Telat kak.." Adel tersenyum kecut melihat osis itu menatap tajam ke Adel, keberanian Adel menciut bertemu osisnya itu

"telat? udah berapa kali lo telat?" Pertanyaan Azizi sungguh mengerikan di telinga Adel, Adel menggeleng kepalanya untuk menjawab pertanyaan Azizi barusan.

"Lo mending liat catatan orang paling telat di sekolahan ini, liat siapa yang nomor satu disini?" Azizi memperlihatkan catatan yang bertuliskan 'catatan yang paling sering terlambat' yah, nomor satunya adalah Adel. Sudah 10 kali ia terlambat, hadeuh anak ini..

"loh eh, kok aku nomer satu" batin Adel

"selama ini gue gak ada hukum lo, tapi kali ini lo bener-bener harus dihukum." Azizi langsung menarik kasar tangan Adel, Adel yang ditarik pun meringis kesakitan karena cengkraman tangan Azizi

"Kak Zee, sakit..." keluh Adel

"diem" ucapannya Azizi membuat Adel merinding, tidak pernah ia melihat Azizi semarah ini kepadanya.

"m-mau kemana sih kak?" Tanya Adel penasaran, Azizi melirik sebentar Adel lalu tersenyum sumringah.

"Lo harus berdiri dilapangan setelah jam pelajaran selesai, abis tu lo ke ruang BK." Lalu Azizi menyuruh Adel ke lapangan sekarang, Adel mengangguk pasrah, ia berjalan ke lapangan lalu berdiri dibawah terik matahari yang panas.

Sementara Azizi mengawasi Adel dari kejauhan, Azizi tersenyum bangga melihat Adel pasrah.
"seru juga ngehukum dia."

∆∆∆

Adel telah menyelesaikan hukumannya dari Azizi, dia juga sudah ke ruang BK. Adel hanya diperingati jika terlambat lagi akan diberi sanksi berat. Adel pergi ke kelasnya, dia duduk di mejanya lalu menaruh kepalanya di mejanya. Sungguh ngerinya melihat Azizi seperti itu, Adel membayangkannya lagi saja bergedik ngeri.

"huhh, ga lagi-lagi nyari masalah sama zee.." Adel menghela nafas, tapi tiba-tiba ada yang menepuk bahu Adel. Adel kaget dan reflek lompat. Dan ternyata itu temannya (ashel)

Osɪs? (Zeedel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang