"Astaga,gimana sih kok bisa luka gini?" Tanya Azizi yang masih fokus pada luka Adel.
"J–jatuh doang." Ujar Adel. Adel tak mau menatap Azizi walau Azizi sibuk dengan lukanya. Namun sesekali Adel melirik ke Azizi.
"gak usah diperban kak. Lagian cuman..–"
"Cuman? Iya, cuman jatoh." Kata-kata Azizi disengaja ditekankan. Azizi selesai dengan luka Adel, berlanjut menyuapi makanan ke Adel.
"Apaan sih, yang sakit kan lutut gue. Kenapa disuapin juga" sahut Adel.
"cepet buka mulut lo" suruh Azizi.
"Gamau."
"Oh, gitu."
Secara tiba-tiba Azizi memakan. bukan, namun Azizi hanya memasukkan makanan Adel kemulutnya, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Adel. Hanya tinggal beberapa senti.
Cup
Bukan hanya kecupan biasa, namun Azizi sedikit melumatnya sebentar. Azizi tersenyum, tidak disangka-sangka Azizi berani melakukan itu? Namun ini benar-benar baru pertama kalinya bagi mereka berdua. Adel bengong sambil memakan makanannya yang sudah ada dimulutnya. Azizi kembali mendekatkan wajahnya ke Adel.
"Gimana? masih mau gak, hm?" Bisik Azizi yang membuat Adel merinding. Adel spontan menggelengkan kepalanya dengan cepat. Azizi tertawa ketika melihat perlakuan Adel yang seperti tikus yang takut dimakan kucing.
"kenapa? Kenapa malah ketawa."
Adel cemberut ketika melihat Azizi tertawa kepada dirinya."hey, jangan ngambek dong."
"dih, siapa yang ngambek."
"Itu tuh, kenapa cemberut?"
"ishh" saat Adel ingin melonjakkan kakinya kelantai, lututnya terasa sangat sakit.
"Awss" ringis Adel, azizi yang sedang membersihkan beberapa obat disana, seketika Azizi menoleh kearah Adel yang sedang meringis kesakitan. Azizi menghampirinya, dan membantunya bersandar.
"Jangan gerak dulu" Adel mengangguk.
"aku anterin pulang aja ya? Nanti aku izinin sama gurumu." Tawar Azizi. Adel menggeleng.
"Please, kali ini nurut ya Del?" Azizi menatap Adel sayu. Adel yang merasa kasihan hanya bisa mengangguk. Setelah Azizi melihat anggukan Adel, Azizi tersenyum.
"Good girl. " Ucap Azizi, lalu Azizi menggendong Adel seperti koala.
"Kak Zee!" Adel panik ketika diangkat seperti itu. Azizi cengingisan.
∆∆∆
Sesampainya dirumah Adel, Azizi masuk ke rumah Adel. Masih dengan Adel digendong oleh Azizi, kebetulan seminggu ini ortu Adel ada urusan diluar kota. Jadi, Adel sendirian dirumahnya. Sebenarnya ibu Adel menyuruh Adel agar ada pembantu dirumah Adel, namun Adel tidak mau dan ingin sendirian. Azizi membantu melepaskan sepatu Adel.
"rumahmu cukup besar. Apa tinggal sendirian disini?" Azizi menaruh Adel ke sofa, lalu Azizi ikut duduk.
"enggak, gue tinggal bareng ortu kok."
"Kenapa gak ada pembantu? Ortu mu kan kaya"
"Iya aku tau, tapi aku yang minta biar gak ada pembantu. Risih." Jelas Adel.
"Ouhh... Aku boleh nggak tingg–"
Ceklek
Pintu rumah Adel terbuka, terpampang jelas seorang perempuan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Osɪs? (Zeedel)
Ficción GeneralMenceritakan seorang ketua osis yang menyukai adik kelasnya, sejak lama ketua osis itu memperhatikan adik kelasnya, namun tak pernah sekalipun ia berani berjumpa dengan adik kelasnya. Dan siapa sangka, hari ini ketua osis akhirnya berani menemui adi...