episode 10

26 1 0
                                    

"tuan putri belum pernah berkonsultasi dengan ibuku sebelumnya..

Aku merasa bahwa aku seperti di rasuki oleh sesuatu.."

Sambil mengkerut kan keningnya
Raut wajah menyimpul kan keingintahuan

"Jika aku berfikir rasional maka ibuku benar.
Akan sangat susah memimpin keluarga sendirian. Tapi...

Berbagi cinta kepada seseorang
Dan menjadi romantis itu tidak akan pernah terjadi.. ujar dalam benak kedrey

Ibunya datang meminta jawaban
Aku telah memberitahumu berulang kali,
Bahwa aku tidak tertarik dengan pernikahan

Kaget ibu kedrey mendengar ucapan putranya itu

raut wajah kesal menyeringai..
Menatap putra nya dengan tatapan kekesalan. Mata yang tajam itu
Mata dengan penuh bara api yang terpancar

"Tidak mungkin!!
Pernikahan ini untuk keluarga
Ini bukan masalah tentang pilihan mu

Rasa takut, cemas terlukis di wajah kedrey
Sambil mengaduk teh ia kembali berpikir

"Bagaimana dia bisa memberi tahu pernikahan pada kandidat yang tepat?
Dan kenapa dia tidak memberi tahu ku"

Sambil mengkerut kan wajah nya tertampak sedang menahan emosi urat nadi leher nya tampak sangat tegang

"kurasa aku akan bertemu dengannya lagi"
Dalam benaknya kembali

Di istana eldaim
Tersedia buah buahan kue dan lain lain
Di atas meja dorong

Terdengar Suara tawa cekikikan..
Asalnya Dari dapur

"Ini adalah kue baru yang aku bawa dengan beberapa daun teh.

"Aku bahkan tidak mampu membeli nya karna terlalu mahal betapa enak nya bisa memakannya hari ini."
Seraya tertawa

"Apa apaan bahwa racun itu yang membuat tuan putri berbeda? Hahhahah"

"Itu sangat bagus~
dia tidak marah saat aku melayaninya dengan sembarangan"

Ujar semua para pelayan dengan bersikap sewenang-wenang di belakang putri kaisar

Lalu gadis pelayan dengan rambut yang terlihat acaka acakan,

tertawa cekikikan, rasanya mereka tampak bahagia menikmati makanan yang mewah..serasa mereka tak memiliki beban hidup saja

"Serius nih kita seharusnya bersyukur karna racun itu hhahhahah" ujar gadis pelayan

LIDYA BENZEMEN!!!

"Apa kau sedang bermain main tanpa membersihkan kamar tuan putri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Apa kau sedang bermain main tanpa membersihkan kamar tuan putri

"Kenapa kau tidak bekerja tepat..sebagai pelayan tuan putri?" Kesal pelayan yang bernama Vera.. Wajah yang tegas tapi
Sangatlah polos

"Oh astaga Vera, putri saja tidak mengatakan apapun, jadi apa yang salah dengan mu",
Ujar pelayan bernama Lidya itu

Lidya yang tak tau diri dengan santai nya membersihkan kuku mengambil kutek mewarnai kuku nya, layak seorang putri

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 16 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

The villianess is a marionett { End }Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang