JONATHAN

6 1 0
                                    

Pagi ini Hara sudah rapi  dengan seragam sekolah dan tas selempang tersampir di bahu, ia tampak mengerucutkan bibirnya, Oca meliriknya sekilas, tagannya masih sibuk menyiapkan bekal untuk dibawanya nanti ke kantor. 

" jelek banget udah merengut pagi-pagi " 

tegur yang lebih tua, Hara hanya menoleh dan tak berniat membalas, kini tangannya bersedekap di depan dada, seakan menunjukkan pada seluruh dunia bahwa ia sedang tidak baik-baik saja, Oca hanya menggeleng, sebenarnya sudah tidak heran melihat sikap si bungsu yang suka tiba-tiba berubah dan tidak jelas, sudah biasa terjadi. 

" Kaaakk gue berangkat bareng lu ya, gak mau sama temennya Bang Kev" 

" ya terus kenapa, enak dong gak harus keluar ongkos buat naik ojol atau angkutan umum, kan lu paling gak mau keluar duit buat transportasi"

Hara kembali merengut

" ya yang jemput si bang Jonathan sih, gue gak mauuuu!!!!" 

aah ternyata itu masalahnya, Oca terkekeh, pantas saja raut manis adiknya itu berubah 180 derajat, pagi ini hampir semua anggota yang ada di rumah sedang sibuk, Abi yang ada quiz dadakan di kelasnya, sehingga pukul enam tadi pagi sudah melaju dengan mencuri start motor sport kesayangan Kevan.

Sedangkan Kevan yang sudah tahu motornya di gondol makhluk freak bernama Abi terpaksa buru-buru memesan ojek online, pagi ini jadwalnya piket sebagai salah satu anggota OSIS, dia sudah harus berada di sekolah 30 menit sebelum jam kedatangan siswa lainnya, sedangkan Hara, biasanya ia selalu memilih opsi nebeng bersama dengan abangnya Kevan, pagi tadi setelah protes kenapa tidak diajak berangkat bersama dengan abangnya itu, Kevan memutuskan meminta tolong salah satu sahabatnya untuk menjemput adiknya ke sekolah. 

Dan yang membuat Hara bertambah kesal adalah, dari banyaknya sahabat kakaknya itu kenapa manusia bernama Jonathan lah yang harus dengan apesnya menjemputnya. perlu digaris bawahi, Hara benar-benar tidak suka dengan sahabat kakaknya yang satu itu, bukan apa-apa, ketengilan Kevan saja kadang sudah membuatnya kesal setengah mati, bayangkan saja ada duplikatnya yang berkali-kali lipat rese nya dari sang kakak, apa tidak naik darah Hara dibuatnya. 

" kak, Hara bareng sama kakak aja ya " 

melas Hara sekali lagi, Oca menatap adiknya itu dengan raut wajah yang cukup datar

" Har, kantor gue beda arah sama sekolah lu, kalau harus nganter lu dulu gue terpaksa puter balik dong nanti " 

setengah mengerang, hampir saja Hara memutuskan untuk menaiki angkutan umum sebelum terdengar suara motor gede menginterupsi dari luar, Oca tergelak, wajah Hara sudah menatapnya seolah berkata, tolongin gue kak 

" Jonathan gitu-gitu baik, nanti from enenmy to lovers nyesel lu" 

dengan malas gadis 15 tahun itu menggulirkan matanya dan melangkah keluar, membuka setengah hati pintu kayu besar yang langsung menampilkan sosok pria berkulit tan di atas motor gedenya, dengan cengiran paling tak berdosa yang paling Hara benci. ia melengos saat pria itu memberikan helm motor padanya. 

"bang Jo ke sekolah aja, gue mau naik ojol" 

ketusnya, sambil mengutak-atik smartphonenya, Jonathan setengah mendengus,adik sahabatnya ini memang luar biasa bebal. 

"udah diamanahin sama Kevan buat jemput adik cantik tercintanya selamat sampai tujuan, cancel aja bookingan-nya" 

Hara tak menggubris, ia masih bersedekap ,matanya menatap resah pada jalanan di kanan dan kiri berharap ojek online pesanannya cepat sampai. Jonathan terkekeh, masih ditatapnya gadis kecil itu yang masih tak menyerah untuk menerima tawarannya.

Rumah KitaWhere stories live. Discover now