"Ale monitor ale" panggil Devan dari ht.
"Ale disini" jawab gadis yang dipanggil Ale itu.
"Reward peserta sama surat cinta udah ready?" tanya Devan, selaku coordinator acara.
"Udah kak, ini gue didepan" jawab Alea lewat ht juga.
"Oke, lima menit lagi Bima sama Sabda masuk bawa ke panggung, lo yang monitor diluar ya"
"Siap"
Alinea Ava Gantari atau yang kerap disapa Alea, merupakan mahasiswa semester 3 yang tergabung dalam kepanitiaan orientasi mahasiswa baru di Fakultas Ilmu Budaya di kampusnya. Gadis berkacamata dengan paras manis itu berhasil masuk kedalam kepanitian orientasi mahasiswa setelah serangkaian seleksi yang harus ia lewati.
Hari ini adalah hari terakhir masa ospek fakultas ilmu budaya, setelah menjalani lima hari yang penuh dengan kegiatan bermateri, hari terakhir kali ini banyak diisi dengan kegiatan outdoor dan pentas seni yang nanti akan menampilkan penampilan masing-masing kelompok. Seperti sekarang, peserta ospek yang sebelumnya ditugaskan untuk membuat surat cinta yang harus ditujukan kepada panitia, diminta untuk maju kedepan membacakan surat yang mereka tulis.
"Selanjutnya, kita mau seru-seruan lagi" ucap Nadya, pembawa acara pada ospek kali ini.
"Seru-seruan ngapain tuh, kak?" sahut Marvin, partner MC Nadya.
"Kayaknya, ini acara yang paling ditunggu-tunggu deh, jadii langsung aja buat kakak-kakak panitia untuk membawakan kotak surat cinta yang sudah kalian tulis sendiri" ujar Nadya.
"Nantinya, siapa aja yang surat cintanya terambil sama aku atau kak Nadya, silahkan maju kedepan untuk membacakan suratnya sendiri"
Terdengar sorakan dari seluruh peserta ospek usai Marvin mengakhiri ucapannya. Ada yang bersorak gembira, ada juga yang bersorak tak terima karena tak mau malu.
Satu persatu surat cinta dibacakan oleh masing-masing penulisnya, hingga kemudian suara Nadya menggemakan satu nama yang membuat Alea yang tadinya tengah berdiskusi dengan Divya dan Devan langsung terdiam.
"Sekali lagi, Raja Biantara Gaharu dari program studi sejarah silahkan maju kedepan"
'Sejak kapan dia kuliah disini?"
'Kok gue gak tau?'
'Gue ngeospekin dia udah enam hari dan sama sekali gak nyadar ada dia diantara ratusan orang disini??'
'Raja ngapain disini? Dia bukannya mau ambil unpad?'
'Gak ada prodi yang dia mau'
Pikiran Alea langsung berisik. Bertanya-tanya akan banyak hal.
Jantungnya berdegup kencang menanti mahasiswa baru jurusan sejarah itu untuk maju kedepan, betul Raja nya dahulu atau bukan.
Dan Ketika mahasiswa baru itu sudah berdiri diatas panggung, jantung Alea langsung berhenti berdetak.
Rasa yang sampai saat ini sama sekali belum pudar kembali menggelora karena menemukan sang pemiliknya lagi.
"Beneran Aja" lirih Alea.
"Apa?" tanya Divya.
Alea mengerjap, malah balik bertanya. "Hah? Kenapa kak?"
"Lo barusan ngomong apa?" tanya Divya sekali lagi.
Alea menggeleng sebagai jawaban. Gadis itu kemudian menunduk dalam.
Kembali diaturnya emosi dan perasaan tak karuan yang kini mulai menguasai dirinya, belum genap Alea menguasai diri, guncangan yang ditimbulkan oleh Divya, kakak tingkatnya, membuat Alea mendongak dengan pandangan bertanya.
