"Bener tuh, Cha! Nginep di sini aja biar nafsu Abang gue terpenuhi!"sahutan dari Dewa langsung mengundang kejengkelan dari Gestara.
Gestara menginjak kaki Sadewa dengan kuatnya.
"T-tapi---"
"Mamah kamu udah izinin, kok. Kalau itu yang mengganggu pikiran kamu sekarang..."balasnya, masih belum menghentikan kegiatannya dalam mengelus-elus pipi mulus Acha.
Setelah pulang dari rumah sakit untuk memeriksakan gigi Acha, Gestara membawa Acha pulang terlebih dulu atas perintah dari sang Bunda. Niatnya sih mereka hanya mengadakan acara makan malam bersama, tapi tiba-tiba saja hujan turun dengan lebatnya sampai membuat Maira memerintahkan menantunya supaya menginap di rumahnya saja.
"Gimana, Cha? Nanti kamu tidur di kamarnya Gestara..."
"Asikk! Ada ah ah han!!"Sadewa bertepuk tangan senang sebelum terkena lemparan sendok dari Acha.
"Jangan dengerin Sadewa yah, nak? Dia emang gak waras... Gestara gak bakalan tidur sekamar sama Acha, kok. Nanti Bunda bakal suruh Gestara tidur sama Sadewa aja.."
"Sorry, Bun! Ranjangnya Sadewa udah gak muat! Jadi Bang Tara gak bisa ngungsi!"Sadewa telah tersenyum jahil kepada keduanya.
"Yaudah, kalau gitu kamu aja yang tidur di luar."balas Maira, enteng.
"Kok gituuu?!"
"Ya emang gitu."
"Tau, ah! Sadewa mau ke kamar dulu biar Abang gak bisa masuk, nyahahaha!!"Sadewa mengundurkan diri dari meja makan lalu berlari ngacir ke dalam kamarnya.
"Haduh, Sadewa Sadewa... sudah, Cha, Gestara bisa tidur di kamar tamu aja malam ini. Yah, Gestara?"tatapan Maira langsung berpindah kepada Gestara yang mengangguk kecil.
22.00
Tok
Tok
Tok
"Duh! Sape, sih!"decaknya, menurunkan selimutnya dan mulai berjalan lunglai ke pintu kamar.
"Maaf jika mengganggu."
Acha mengangkat kepalanya dan menatap sosok di depannya suntuk.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Napa?"
"Saya ingin mengambil baju di dalam."balasnya, karena sepertinya Gestara ingin mandi tetapi lupa untuk mengambil bajunya terlebih dulu. Karena pada saat acara makan-makan selesai, Dokter tersebut langsung masuk ke ruang kerjanya tanpa berganti pakaiannya terlebih dulu.
"Masuk."Acha menyingkir dari ambang pintu demi mempersilahkan sang pemilik kamar untuk masuk.
Setelah Tara mulai berjalan menuju lemarinya untuk mengambil baju, Acha kembali berjalan ke kasurnya untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu. Tapi dia berusaha tak terlelap untuk berjaga-jaga, takut Gestara akan melakukan apa-apa kepadanya.