"CHA!!"
"ICHA!!"
"BABII!!"
"APAAAN?!"
"GILIRAN DIPANGGIL BABI AJA NYAUT LO!"
Icha ingin meledakkan emosinya, namun Kakaknya langsung menyodorkan beberapa bungkus coklat yang mampu membuatnya sumringah.
"Buat gue, ya?? Aaa mak-----"
"Bantuin gue dulu sebelum coklat ini jatuh ke tangan lo!"sebelum Icha merebut coklat di genggaman tangannya, Acha sudah lebih dulu menjauhkannya sampai membuatnya mendecak.
"Bantuin apaan?!"
"Ikut gue ke rumahnya Lisa sama Badrul buat kasih undangan ke mereka."
"Kenapa gak sendirian aja, sih?"
"Mau coklat, gak?? Kalau gak mau ya yaudah!"
"Iya iya, mau! Tapi nanti beliin gue jajan dulu yah sebelum balik?"
"Ngelunjak dong, anjirr?"Acha menatap tiga buah coklat di genggamannya sedikit tak rela.
Padahal Acha rela mengorbankan rasa gengsinya kepada Gestara hanya untuk meminta dibelikan coklat supaya tak usah mengeluarkan modal untuk menyogok si Icha, tetapi anak itu malah ngelunjak, dasar sialan.
"Yaudah kalau gak mau."Icha mengedikkan bahunya dan ingin kembali masuk sebelum Acha menahannya.
"CEPETAN!!"
.....
Tok
Tok
Tok
"ASSALAMUALAIKUM! BANK SYARIAH!!"
"WOII! BUKA!!"
Cklek
"Ngapain, Cha?"nampaknya Bagas baru terbangun dari tidurnya jika dilihat dari noda-noda belek di matanya.
Icha langsung mencari sesuatu dari tasnya dan kemudian menyodorkannya kepada Bagas.
"Undangan buat anda."
"Undangannya sape?"
"Kak Acha."balasnya polos.
"Si Acha mau ultah, kah? Pake kasih undangan-undangan segala? Perasaan baru kemarin deh dia ultah, apa jangan-jangan undangan 40 hari wafatnya?"Bagas hanya geleng-geleng kepala dan mulai membukanya.
"Ihh! Bukan, Kak! Kak Acha mau nikah!"
Detik itu juga, Bagas langsung menjatuhkan undangannya dengan tatapan mata yang mendadak kosong.
"Kak?? Kak Bagas okee?? Haloo??"Icha sedikit berjinjit dan melambaikan tangannya di hadapan wajah Bagas.
"LOO JANGAN NGARANG, ANJIR!!"tiba-tiba saja Bagas berteriak sambil mengguncang-guncang kencang kedua pundak Icha.
"Heloooww?? Emangnya si Kak Acha belum kasih tau ke kalian sebelumnya??"
"Plisslah, Cha! Jangan nge prank gini, dong! Gak lucu!! Ulang tahun gue masih lama, sialan!"
"Mon maaf yah, Kak. Kami gak segabut itu jahilin Kak Bagas dengan sebuah undangan."ucap Icha, menatap heran Bagas yang menjedot-jedotkan kepalanya ke arah pintu.
"Kak Acha udah nikah siri malahan."kata-kata selanjutnya mampu membuat Bagas kembali melotot.
"Jangan ngarang lo, Cha! Ah!"balasnya, ingin sekali menangis.
"Gue gak ngarang, Kak! Tanya aja sana sama orangnya langsung!"
"Sekarang si Acha mana?!"tanyanya terburu-buru.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Doctors Is My Husband [Sedang direvisi]
Romance𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐝𝐢𝐚 𝐝𝐢 𝐰𝐚𝐭𝐭𝐩𝐚𝐝 ‼️ 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐢𝐭𝐮 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐭 ⚠️ 𝐍𝐨𝐭𝐞 : 𝐒𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐛𝐢𝐣𝐚𝐤 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚 >♡<‼️ 𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐈𝐧𝐬𝐭𝐚𝐠𝐫𝐚𝐦 : 𝐀𝐮𝐭𝐡𝐨𝐫𝐰𝐞𝐞𝐭𝐧𝐚...
![The Doctors Is My Husband [Sedang direvisi]](https://img.wattpad.com/cover/361739505-64-k170185.jpg)