Jangan lupa pencet 🌟
Maafkan jika ada typo...
♡♡♡♡
Di sore hari ini dengan cuaca yang hujan deras seharusnya membuat efek tubuh yang malas atau ngantuk. tapi tidak dengan Mark. Semenjak Adeknya lahir Mark jadi mempunyai objek untuk jahil atau teman bermain di waktu luang. Yang biasanya setiap pulang sekolah ia akan sendirian dirumah. Tapi sekarang tidak, ada Jeno yang siap bermain bersama Masnya.
Seperti sekarang Jeno bermain lego bersama Mark. Jeno doang yang main sebenarnya, Mark cuman berdiri liatin aja alias sedang menyusun strategi yang tepat untuk menjahili Jeno, mumpung bunda lagi mandi jadi kesempatan ini jangan di sia-sia kan.
"Ahhh" rintih Mark saat kakinya menginjak serpihan lego. Jeno tertawa melihat Mark yang merintih. Lucu menurut jeno.
"Heh! Bisa-bisa nya kamu ketawa awas ya kamu." Mark mulai menakuti jeno dengan matanya yang melotot besar. Awalnya Jeno biasa saja sampai Mark mendekati dirinya dan mengambil boneka beruang yang tak jauh dari sana. Mark membuat suara besar menakutkan. "Sini kamu Jeno! Beruang besar akan memakan mu HAHAHA"
"AHKKK NDAK SANAH. UNDAA!" Teriak Jeno menghindar dari Mark yang terus mendekati nya dengan membawa boneka beruang. Sebenarnya boneka tersebut tidak menakutkan tapi karna suara dan pergerakan dari Mark beruang tersebut berubah menjadi monster yang jahat.
Mark terus mengejar Jeno. Hingga Jeno berhenti di pojok ruangan karna bingung mau lari kemana lagi. Mark tertawa melihat raut ketakutan Jeno, "Hayoo mau kemana kamu?" dan akhirnya, "HUWAAAA. UNDAA MAMAS UNDAA!" Jeno menangis keras dengan menghentakan kakinya.
Mark tertawa keras dengan cepat ia melempar boneka tersebut dan memeluk jeno. " hahaha ga kok,Mas minta maaf ya?" Mengelus punggung kecil jeno yang bergetar.
Jeno menggeleng dengan terisak kecil, ia memukul-mukul badan Mark dengan tangan kecilnya. Mark diam saja dia sangat puas dengan kejahilannya tadi.
"Ehh adek ndak pukul pukul nak" tegur bunda yang baru turun tangga.
Jeno yang mendengar teguran Bunda langsung melepaskan tangan Mark dari punggungnya, "ndak! Undaaa hiks" jeno berlari ke arah bunda.
Bunda membuka tangan lebar menerima uluran tangan jeno yang minta peluk, "kenapa sayang, hmm?" Merapikan rambut jeno yang berantakan sambil duduk di sofa ruangan.
Jeno berdiri antara paha bunda, menempelkan pipinya ke pipi bunda,"mamas undaa hiks" Jeno menunujuk Mark yang terkekeh dengan tingkahnya.
Bunda menatap Mark,"Mas. diapain lagi adeknya mas?" Tanya Bunda.
"Mas udah minta maaf kok" alih Mark mendekat duduk di samping Bunda
Jeno menggeleng,"hiks mamas akkal undaa" rengek jeno menghentakan kakinya kesal.
Bunda memegang pinggang jeno agar tak jatuh dari pengkuannya. "Mas nakal ya? Bilang sama mas. Ndak boleh nakal mas, gitu dek" jeno menggeleng memeluk leher Bunda erat.
Bunda mengelus punggung jeno, matanya beralih kepada anak sulung nya yang menyengir lebar. "Mas minta maaf sama Adek" perintah bunda.
Mark terkekeh,"Adek Jeno" pangil Mark yang tidak digubris Jeno. Mark tidak menyerah ia menjawil lengan gembul jeno membuat rengekkan terdengar di seluruh ruangan. "Mas minta maaf dek" ucap Mark.
"Ndak! Mamas akkal" tolak jeno.
"Maafin dong dek. Besok Mas ajak jalan ke taman depan komplek deh" tawar Mark.
Jeno menatap Mark,"Ennel yah? Ndak Oong?" Jeno memastikan
Mark mengangguk,"bener ndak bohong, sini main lagi sama Mas." mark mengangkat jeno untuk turun lanjut main lego.
Bunda menggeleng kecil, selalu seperti ini kegiatan sore hari. Mark yang baru pulang sekolah selalu menjahili Jeno hingga menangis. Tugas bunda hanya menenangkan jeno dan menyuruh Mark meminta maaf. Setelah itu Bunda akan di anggurin karna mereka sudah baikan.
"Adek mandi yuk, nanti Ayah pulang adek udah wangi" ajak Bunda.
"Hmm Au ain tama mamas undaa" rengek Jeno.
"Nanti kan bisa main lagi, habis mandi main bersama Ayah sama Mas Mark juga, okey?"
Jeno mengangguk lesu mengangkat kedua tangannya untuk di gendong oleh bunda, lalu menyembunyikan wajahnya di sela leher sang bunda.
"Mas juga mandi ya.. sudah sore" Mark mengangguk, berdiri lalu mengecup pipi bulat Jeno setelah itu berjalan ke kamar untuk mandi.
"Ayoo kita mandii" Bunda membawa langkah ke tangga. Jeno tidur di kamar atas dengan Bunda dan Jaehyun sementara Mark tidur di kamar bawah.
Sampai di kamar mandi. jeno di turunkan oleh bunda, semua baju jeno di lepas dan sambil menunggu air di bathtube penuh Bunda mengajak jeno bernyanyi agar suasana tidak bosan.
"Baby shark dudu dudu dudu, baby shark dudu dud dudu baby shark" nyayi bunda yang langsung di ikuti jeno.
"Mommi shalk dud du dud du, mommi shalk dud du dud mommi shalk." sambung jeno.
Bunda tertawa dengan nada lagu jeno, ia mengangkat tubuh jeno masuk ke dalam bathtube dan mulai menghosok tubuh jeno dengan sabun, "Daddy shark dudu dudu dudu, Daddy shark dudu dud dudu Daddy shark." Lanjut bunda bernyanyi.
"Jeno shark dudu dudu dud, yang gembul dudu dud dudu yang lucu." suara jaehyun yang tiba tiba datang menghampiri jeno yang tertawa senang Ayahnya pulang.
"Lho kok udah ganti?" Heran bunda melihat suaminya. Jaehyun mengangguk," tadi ganti di kantor. gerah soalnya." Jelas jaehyun.
Bunda mengangguk paham. membilas sabun yang ada di tubuh jeno, setelah semua selesai jeno digendongan ke arah wastafel untuk gosok gigi.
"Ayo buka mulutnya. tuan pembersih akan membersihkan gigi jenoo" ujar Bunda membuat jeno langsung membuka mulutnya lebar, terkikik geli saat sikat lembut tersebut menyentuh gusinya.
"Sudah. Ayo kumur dulu biar kotoran nya hilang." Bunda memberikan segelas air putih untuk jeno, jaga-jaga jika air nya di telan oleh jeno.
"Ahk. hihihi belcih!" jeno tersenyum pepsodent kearah kaca membuat jaehyun dan bunda mencium pipi gembul jeno gemas.
"Dah ayo sini pake baju sama Ayah" ajak jaehyun membalut jeno dengan handuk lalu menggendong si kecil menuju kasur untuk diberi skin care rutin.
Membaluri cream anti ruam di lipatan tubuh Jeno, di lanjut bedak dan minyak setelah itu popok lalu baju piyama yang nyaman untuk jeno. Tangan jeno terangkat hendak menyentuh tangan jaehyun yang bergerak memakaikan nya baju membuat pergerakan jaehyun sedikit susah.
"Apa sayang? Tunggu sebentar" jaehyun menyingkirkan tangan jeno agar cepat selesai. Setelah semua selesai jaehyun mengembalikan skin care jeno ke tempatnya. Lalu menggendong jeno untuk di bawa ke ruang tengah.
Cuaca diluar masih gerimis, ruang tengah sangat gelap karna lampu belum di nyalakan. Jeno merapat kan tubuhnya ke jaehyun. Jaehyun mengelus punggung jeno agar tenang, menuju saklar lampu untuk menyalakan lampu.
"Yyahh ayok ain tuh" Jeno menunjuk lego yang tadi ia dan Mark mainkan. Jaehyun mengangguk menurunkan jeno dan bermain lego dengan jeno sambil menunggu makan malam.
"HEI KAMU ANAK KECIL!"
Mark tertawa puas dengan ekspresi wajah Jeno yang terkejut dengan teriakan nya, tidak dengan Jaehyun yang menatap datar Mark. Emang Mas itu ngga bisa lihat adeknya main dengan tenang.
Mark yang sadar dengan gerak gerik Jeno yang hendak Mengadu pada jaehyun pun berlari dengan cepat menuju kamarnya.
"Hiks huwaaaa" tangis jeno.
"MARK" teriak jaehyun
"MAAF AYAH KEPENCET." teriak Mark menutup pintu kamar dengan cepat.
Hallo Hallo 🖐🏻
Jangan lupa pencet vote 🌟dan komen 💐💐
Enaknya aku bikin cerita family jung tentang apa ya? Komen dong biar aku semangat ngetiknya 🤭🤭
Terimakasih 💗💗💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Family J
De TodoCerita random keseharian keluarga jung yang terdiri dari Ayah Jae, Bunda, Mas mark, dan Adek Jeno yang gemas.
