[10]

69 9 0
                                        

Kini Yerin berdiam diri di depan komputer. Ia bingung seketika saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Seorang Kim Hanbin menembak dirinya untuk menjadi seorang kekasih.

Sebenarnya Yerin tidak ada masalah dan memang ia menginginkan sebuah hubungan yang serius. Akan tetapi di satu sisi hatinya tidak begitu siap untuk menerima Hanbin. Segera ia menghubungi Sinb.

"Mbih, lo dimana?"

"Lagi di rumah. Kenapa lo?"

Yerin sedikit khawatir mendengar suara Sinb yang serak. Ia pun tidak mau mengganggu waktu istirahat sahabatnya yang sangat berharga itu. Akhirnya ia meneruskan pekerjaan yang menunggunya itu.

Saat asik bekerja, tiba-tiba lift berbunyi yang menandakan ada orang yang telah datang. Yerin kembali tertegun takut mengira itu adalah Hanbin. Segera Yerin berdiri dan cukup terkejut melihat sosok itu.

"Tante Tiffany?"

****

"Sinb."

Sinb kini terduduk sambil terdiam di bangkunya. Ia bersyukur hari ini para artisnya tidak melakukan banyak kesalahan. Tiba-tiba seorang pria yang membuat otaknya tak berhenti bekerja sejak tadi malam muncul.

Wanita itu sedikit terkejut saat mendengar pria itu memanggilnya dengan sebutan nama formal Hal ini berarti ada sesuatu yang cukup penting. Sinb hanya mengangkat kedua alisnya menandakan 'apa?'

Jhope pun mendekat, "Lo udah tau berita pagi ini?"

"Berita? Berita apa?" tanya Sinb mulai khawatir.

"Hanbin nembak Yerin semalem."

Tanpa aba-aba, segera Sinb berdiri dari bangkunya dan lari menuju lantai atas. Saat mengecek lantai atas, ia belum melihat kehadiran Yerin yang berarti wanita itu belum datang ke kantor.

Segera Sinb turun ke tempat parkir dan tepat Yerin baru saja tiba. Yerin hendak keluar dari mobil ditahan oleh Sinb dan kembali masuk duduk di dalam mobil.

Yerin pun bingung, "Lo kenapa Mbih? Please gue masih ngantuk nih."

"Jawab jujur. Hanbin nembak lo?" tanya Sinb.

Yerin terdiam dan heran. Bagaimana Sinb tahu padahal ia belum cerita ke siapapun. Hanbin? Setahunya Hanbin bukan tipe orang yang mengumbar ke semua orang tentang kehidupan pribadinya.

"Y-ya lo tau darimana?" tanya Yerin kembali.

Sinb menghela napas, "Jhope kasih tau ke gue. Tapi beneran? Lo udah jawab?"

Yerin menyandarkan bahunya, "Belum. Dia juga gak maksa gue jawab."

"Lo bingung ya?" tanya Sinb.

Yerin mengangguk, "Gak tau kenapa otak gue kepengen pacaran tapi hati gue kayak rada gimana ya."

Sinb juga ikut menyandarkan bahu, "Lo masih kejebak masa lalu ya?"

Tok ... tok ... tok ....

"ANJING!"

Yerin dan Sinb yang sedang berbincang serius terkejut melihat kehadiran Hanbin di samping pintu mobil Yerin. Sinb pun langsung turun dari mobil diikuti oleh Yerin.

"Pagi Bin!" sapa Sinb canggung.

Hanbin tersenyum manis, "Pagi Mbih. Tumben kalian berdua masih di mobil jam segini."

"Itu tadi gue lagi butuh pembalut dari Yerin," alasan Sinb.

Hanbin mengangguk dan kembali tersenyum sambil melihat Yerin yang tengah mengambil tas di belakang. Sinb ikut tersenyum melihat cara Hanbin menatap Yerin.

Report My Love [TAERIN] [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang