Pantai lamiron, sebuah nama tempat dimana asa dan anton bertemu. Asa tidak menduga akan ada lelaki yang sangat begitu menyukai lukisannya, begitu juga dengan anton tidak menduga akan bertemu dengan seseorang yang sangat pandai dalam melukis. Anton m...
Seorang gadis berkulit putih berjalan menuju suatu tempat dengan membawa peralatan melukis yang dia kumpulan di dalam sebuah tas berwarna coklat di pundaknya.
Setelah sampainya di tempat tersebut. Asa, pemilik nama tersebut diminta untuk masuk ke rumah besar berwarna putih yang tampak elegan dan mewah. Dia diminta untuk melukis sebuah barang yang ada di rumah tersebut, asa memiliki bakat melukis yang luar biasa, walau melukis dengan tangan kirinya, tetapi hasilnya tidak main-main. Sejak kecil dia hanya merasa bosan dan mencoba-coba untuk menggambar, tiba-tiba aktifitas spontannya itu malah menjadi hobinya. Pada akhirnya asa menghabiskan waktunya dengan melukis apa yang dia temui.
Gadis itu baru menginjak usia 17 tahun, tetapi sayangnya di usia tersebut asa hanya menerima pendidikan sampai sekolah dasar saja. Selebihnya dia tidak dapat melanjutkan sekolah karena biaya, walau bakatnya yang luar biasa, sayangnya kehidupan ekonomi keluarganya tidak baik. Ketika masih kecil ayah asa harus merelakan pekerjaannya karena suatu kesalahan yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Sekarang ayahnya malah bermalas-malasan bekerja, beliau sering pulang malam dan mabuk-mabukan serta mulai kasar kepada istrinya.
Oleh karena itu, mereka harus bertahan hidup sebisa mungkin dengan berperang dengan pekerjaan yang keras. Asa sekarang yang menjadi tulang punggung keluarga karena dia adalah anak sulung dari 3 bersaudara. Asa memiliki 2 adik, laki-laki dan perempuan. Dia memanfaatkan bakatnya untuk mencari uang dengan membuat jasa lukis dan menjual beberapa hasil karya lukisnya.
Di rumah costumernya tersebut, asa melukis sebuah gelas yang terbuat dari emas milik nyonya rumah tersebut. Nyonya tersebut sangat ramah dan baik kepadanya. Nyonya tersebut sangat menganggumi bakat asa yang luar biasa tersebut.
"Sangat indah sekali, kau pandai dalam melukis. Hebat" Nyonya tersebut mengusap kepala asa, dia merasa gemas dengan asa, ditambah lagi wajahnya yang mungil dan putih itu membuat semua orang yang bertemu dengannya akan merasa gemas dan tertarik.
Setelah selesai dengan pekerjaannya, nyonya tersebut memberikan upah hasil kerja asa, asa mengucapkan terimakasih serta memberika senyum manis miliknya.
Dia pun segera berpamitan dan pergi dari rumah nyonya itu.
"Sungguh anak yang berbakat" Pujinya terdiri di depan gerbang memperhatikan asa yang berjalan menjauh dari rumahnya.
Keesokannya ketika sore hari, asa mendapatkan tawaran lagi untuk melukis di pantai lamiron. Pantai yang terkenal akan keindahannya serta konon siapa yang dipertemukan di jembatan lamiron. Maka niscaya mereka akan menjadi jodoh, pantai lamiron memang terkenal juga banyaknya orang-orang yang berkencan disana.
Lalu asa pun dengan semangat bergegas menuju lokasi, karena jarak pantai lamiron dari rumahnya cukup jauh. Asa mau tidak mau harus naik kendaraan umum yaitu bus, dan sekitar 20 menitan akhirnya gadis cantik itu berhasil tiba di pantai. Dia diminta untuk melukis sepasang kekasih dengan senja dan lautan yang menjadi latar belakangnya, ternyata asa datang terlalu cepat. Otomatis dia harus menunggu lagi, tetapi dia memanfaatkan waktu menunggu tersebut dengan menggambar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.