It's from the way that u move
And everything that u do
Everyday it's been i realize
That i love you🍁🍁🍁
Suara gesekan antara ban mobil dengan aspal mencuri perhatian seorang gadis kecil yang sedang bermain sendirian di pekarangan rumahnya. Aktivitasnya terhenti saat sebuah mobil putih berhenti di sebrang rumahnya. Gadisbitu berjalan mendekat, mengintip dari balik gerbang rumahnya.
Satu laki laki seumirannya terlihat turun dari dalam mobil. Mata mereka bertemu, senyuman langsung terbit diwajah gadis cantik itu namun, tidak dengan laki laki itu.
Gadis dengan dress hijau selututnya itu berlari kearah sebrang rumahnya, mendekat dan berdiri tepat dihadapan laki laki tampan itu. Tangannya terulur dengan senyuman yang masih setia menghiasi wajah cantiknya.
"Aku Raina" ucapnya riang. Namun, tak ada pergerakan sama sekali dari laki laki di depannya.
Karna lama, gadis bernama Raina itu menarik tangan bocah laki laki itu, mengenggamnya untuk berkenalan.
"Salam kenal" ucar Raina lagi
"Bumi, masukin barang barang kamu dulu sayang!" Seru seorang wanita paruh baya yang mengenakan dress panjang berwarna violet serta rambut pendek sebahu berwarna coklat gelap.Mendengar seruan dari sang bunda, bocah laki laki yang dipanggil Bumi tadi langsung melepas genggaman tangan Raina dan langsung berlari ke arah mobil.
"Sini aku bantuin" ucal Raina yang tiba tiba saja sudah berada di belakangnya.
Bumi tak menjawab, ia mengambil tasnya lalu langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan Raina yang kini tengah menatap kepergiannya dengan senyuman.
"Aku suka matanya" gumam Raina sambil teresenyum manis.
🍂
"RAINA! ayo sarapan dulu sayang!" Teriak seorang wanita paruh baya yang masih mengenakan piyama tidur berwarna abu abu.
"IYA MAH! INI MAU TURUN" Sahut Raina dari lantai atas. Suara langkah kaki terdengar dari arah tangga, tak lama seorang gadis dengan setelan seragam putih abu abu serta rambut panjangnya yang ia biarkan tergerai begitu saja muncul. Ia langsung mengambil roti di atas meja lalu memakannya, Raina meneguk segelas susu dalam sekali tenggakan.
"Pelan pelan Rai, keselek nanti" Titah sang bunda, Dewi namanya
"Udah, Raina berangkat ya" Pamitnya
"Eh buru buru banget, masih jam enam lebih lima belas loh"
Tak menghiraukan ucapan bundanya, Raina langsung mengecup pipi Dewi kemudian berlalu dari sana.
"Berangkat dulu mah!"Saat sampai di depan rumah. Senyuman di wajah Raina mengembang. Ia mengikat rambut panjangnya ke belakang kemudian berjalan ke sebrang rumah.
"Pagi Bumi" sapa Raina riang
Namun yang disapa tak memberikan ekspresi sama sekali. Laki laki bernama Bumi itu naik ke atas motor hitam miliknya lalu menyalakannya. Tanpa aba aba Raina naik di jok belakang membuat Bumi menoleh "ngapain lo? Turun!" Titah Bumi namun tak dihiraukan oleh Raina. Gadis itu tetap setia duduk di atas motor Bumi.Helaan nafas terdengar dari laki laki tampan beralis tebal itu.
"Ayo berangkat bum!" Seru Raina santaiDengan sedikit terpaksa Bumi menjalankan motornya meninggalkan area perumahan mereka. Jarak rumah dan sekolah tak terlalu jauh, tak sampai dua puluh menit motor bumi sudah berada di area parkir SMA Bina Bangsa.
Raina turun diikiti Bumi. Laki laki itu berjalan mendahului Raina yang tentu saja diikuti oleh gadis itu dibelakangnya. Raina menyamakan langkah Bumi, sehingga sekarang mereka berjalan beriringan.
"Nih buat lo" Raina menyerahkan satu kotak susu coklat pada Bumi. Laki laki itu berhenti melangkah, menatap Raina dengan satu alis yang terangkat. "Buat" ucap Bumi
Raina berdecak, "ya buat diminumlah pake nanya, anak kecil juga tau kali Bum"
"Ah lama, nih pegang!" Raina menarik tangan Bumi sembari menyershkan susu coklat itu
"Kata mamah minum susu pagi pagi bikin otak lancar"
"Biar ga ngantuk juga di kelas, oke?" Ujar gadis mungil ituBumi tak menanggapinya sama sekali
"Kaya ngomong sama patung!" Gerutu Raina"Udahlah gue ke kelas, bye!" Setelah mengatakan itu Raina menepuk pundak Bumi sambil tersenyum
Bumi hanya memandang Raina tanpa kata. Saat tubuh Raina sudah tenggelam dibalik tembok, baru Bumi kembali melangkah menuju ke arah kelasnya.
"Cakep kan"
"Iya njir, siapa namanya"
"Raina"Mendengat nama itu Bumi yang awalnya hendak duduk dikursi mengurungkan niatnya. Ia berjalan mendekat ke arah segerombolan laki laki di pojok kelas. Bumi merampas ponsel di tangan seorang laki laki beranbut ikal dengan kulit sawo matangnya. Bumi menghapus foto Raina di ponsel laki laki bernama Rifal itu. Membuat sang pemilik ponsel memangdang Bumi tak terima.
"Apa apaan lo!" Serunya
"Ga sopan nyuri foto orsng tanpa izin, gue bisa aja laporin lo untuk kasus penguntitan" ujar Bumi santai
Laki laki bernama Rifal itu memandang Bumi emosi, "apa urusannya sama lo? Emang dia pacar lo?"
Bumi diam, ia memilih pergi membiarkan pertanyaan Rifal menguar tanpa jawaban.
"Pacar? Stress gue punya pacar kaya Raina" -batin Bumi
🍁🍁🍁
How about this one?
Kalau suka jangan lupa tap bintang di bawah yaaa!!
See you next part lovely

KAMU SEDANG MEMBACA
The Simplely Love
Teen Fiction"Cinta" hal misterius yang masuk di kehidupan semua orang. bahagia, sedih, kecewa, semua ada didalamnya. Cinta itu rumit. Namun, dengannya semua itu bisa jadi sederhana. Cinta itu indah. hanya dengan melihatnya tersenyum saja itu sudah cukup. Tul...