#TAEJOON POV#"Terimakasih.. Aku sangat menikmati makannya, sangat lezat." Ucapku setelah membayar makanan kami.
"Syukurlah. Kalau begitu kembali lagi lain waktu ya.."
"Pasti" Kataku. Kemudian segera menyusul Jihye yang sudah berada di luar. Ku tarik pelan lengan bajunya agar dia sadar dengan kedatanganku. "Apa kau yang mengajari bibi itu bahasa isyarat?"
"Bukan. Kenapa?"
"Tadinya ku pikir dia tidak bisa bicara, karena di mimpiku dia selalu berkomunikasi denganmu menggunakan bahasa isyarat."
"Anak bibi itu adalah salah satu muridku" Jawab Jihye menjelaskan. "Di mana mobilmu?"
"Di sana" Tunjukku, lalu mengajak Jihye menuju mobilku.
Di dalam mobil, Jihye langsung menodongku untuk segera menceritakan tentang tragedi itu. Aku pun menceritakan semua yang ku lihat di dalam mimpiku. Termasuk fakta bahwa aku tidak tahu kapan tepatnya tragedi itu akan terjadi.
"Kenapa aku? Kenapa kau mau aku selamat dari tragedi itu?" Tanya Jihye setelah diam cukup lama setelah aku selesai menjelaskan semuanya.
"Tidak hanya kau, aku ingin menyelamatkan semua orang kalau aku bisa. Tapi aku tidak bisa."
"Kalau begitu biarkan saja aku seperti orang lain. Kenapa kau menceritakan semuanya padaku?"
"Entahlah. Ini mungkin aneh, tapi bagiku, kau adalah salah satu orang terdekatku. Karena kau sudah hadir di hidupku lebih dari separuh umurku. Kisah hidupmu yang ku lihat di mimpiku bahkan sudah seperti teman kehidupan untukku. Kadang memotivasiku, kadang menguatkanku, dan kadang juga menghiburku." Benar, seringkali aku berpikir mungkin itulah maksud Tuhan mengirimkan Jihye di mimpiku. Agar aku bisa menjalani hidup dengan lebih baik. "Sudah lama aku ingin menyampaikan ini padamu. Lee Jihye, terimakasih karena kau sudah menjalani hidupmu dengan sangat keren." Jihye hanya diam untuk waktu yang cukup lama, menatap langsung ke mataku. "Jadi aku tidak mungkin membiarkanmu begitu saja" Aku lanjut menegaskan.
"Katakanlah aku mempercayaimu, tapi untuk keluar dari negara ini dan tinggal di tempat lain tidaklah semudah itu"
"Kenapa? Aku sudah menyiapkan tempat tinggal untukmu dan hal lainnya bisa kita pikiran nanti. Untuk transportasi, aku akan langsung mengurusnya begitu kau setuju. Kita harus segera pergi dari sini secepatnya" Lagi-lagi Jihye hanya terdiam. Tapi aku bisa mengerti, semua ini tidaklah mudah untuk diterima dan dimengerti olehnya.
"Aku butuh waktu untuk berfikir"
"Berapa lama?"
"Aku tidak tahu"
"Sepupuku akan menyeretku kembali ke Amerika minggu depan. Bisakah kau mengabariku sebelum itu?" Jadi kalaupun nanti Jihye menolak, setidaknya aku punya waktu untuk menyusun rencana penculikannya. Ya, itulah jalan terakhir yang terpikiran. Aku tidak perduli jika nanti Jihye marah dan membenciku, karena saat tragedi itu terjadi, aku yakin dia akaan mengerti.
"Aku akan mengabarimu dalam tiga hari, asal kau mau menuruti satu permintaanku."
"Apa itu?" Tanyaku, bingung dengan perubahan mood Jihye yang tiba-tiba.
"Kau tahu kan aku akan makan malam di rumah Namju. Aku mau kau mengantarku kesana."
Aku mengulum senyum mengetahui maksud dari permintaan Jihye itu. Aku sudah bisa menebak apa tujuannya mengajakku ke sana. Inilah salah satu alasan kenapa aku bilang Jihye menjalani hidupnya dengan keren.
"Baiklah" Aku menyetujui permintaan Jihye, tak ada alasan untukku menolak. "Tapi ini masih jam setengah tiga, tidak apa-apa?"
"Tidak masalah. Nanti aku bisa membantu mereka menyiapkan makan malam" Jihye beralasan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dearest, Darling, My Universe
RomanceCerita tentang Taejoon & Jihye. Seorang pria yang pergi untuk menyelamatkan gadis dalam mimpinya dari sebuah tragedi mengerikan. Siapa sangka cinta mereka tumbuh meski di tengah kekacauan. Namun akankah kisah cinta mereka berakhir bahagia? Atau jus...