Bab 114 Persiapan I
Minggu, 11 November 2021
Dengan izin dari manajer Makoto, Hiro, Tatsuki dan Naoto, mereka bertiga meninggalkan asrama sekitar jam 11 pagi untuk menemui orang-orang yang disebutkan oleh Tatsuki dan Naoto.
Namun mereka tidak menyebutkan alasan sebenarnya kepada pelatih, malah mereka berbohong kepada pelatih bahwa mereka akan mengunjungi pusat perbelanjaan untuk membeli baju baru.
Dan karena Hiro masih baru di kota ini, Naoto dan Tatsuki jarang menemaninya.
Meskipun alasan mereka sebagian benar dan sebagian lagi bohong.
Berpakaian santai dengan hoodie berwarna hijau tua dan celana jeans biru, Hiro berjalan bersama Tatsuki yang mengenakan kaus polos berwarna biru tua dan celana kasual berwarna krem.
Naoto yang mengenakan kemeja putih berlapis kardigan berwarna krem dan celana kasual biru tua memimpin di depan.
"Buruan teman-teman!! Manajer Makoto dengan tegas memperingatkan kita untuk kembali pada jam 3 sore." Ucap Naoto sambil memimpin.
Setelah berjalan beberapa saat, mereka naik taksi untuk menuju pusat perbelanjaan.
Dan setelah sekitar 15 menit naik taksi, mereka sampai di depan pusat perbelanjaan yang mereka kunjungi hari itu.
Saat Naoto dan Tatsuki mengatur ongkos taksi, Hiro berdiri di depan pusat perbelanjaan mewah yang terbuat dari batu bata, beton, dan kaca.
Air mancur, bunga, lampu warna-warni, baliho LED, pusat perbelanjaan didekorasi dengan mewah.
Banyak orang dengan berbagai jenis gaun mewah masuk dan keluar pusat perbelanjaan.
Ada yang membawa banyak tas belanjaan di tangan, ada pula yang sekadar menikmati waktu.
“Kenapa kamu bertingkah seolah ini pertama kalinya kamu mengunjungi pusat perbelanjaan?” Sambil sedikit menyenggol Hiro di belakang punggungnya, Tatsuki bertanya.
“Yah, sebenarnya ini pertama kalinya aku mengunjungi pusat perbelanjaan sebesar ini.” Gumam Hiro malu-malu.
Karena ia jarang mengunjungi mall-mall dan mall-mall yang ada di kampung halamannya pun tidak semewah mall-mall yang ada saat itu, Hiro tak bisa menahan diri untuk tidak memandangi mall-mall megah di depan matanya.
"Kalau begitu saudaramu ini akan mengajakmu berkeliling pusat perbelanjaan hari ini." Dengan bangga menyatakan hal itu, Tatsuki memberi Hiro dorongan lembut di belakang punggungnya.
“Tetapi sebelum kita pergi, izinkan saya memakai topeng. Saya khawatir jika saya masuk ke dalam tanpa wajah, penggemar saya akan mengenali saya.” Tatsuki bergumam dengan rasa bangga dan mengeluarkan topeng berwarna hitam dari sakunya.
Karena Tatsuki sudah debut untuk tim senior, dia cukup memperhatikan citranya. Meski tak banyak yang mengingat wajahnya karena baru bermain 10 menit, namun ia tetap bangga dengan prestasinya.
"Seolah-olah ada orang yang mengenalmu." Naoto bergumam lemah lembut dengan nada sarkastik.
Sambil mengenakan topengnya, Tatsuki bergumam, "Apakah kamu mengatakan sesuatu?"
“Tutup matamu juga. Bagaimana jika mereka mengenalimu hanya dengan melihat matamu?” Naoto menjawab dengan sinis.
Tatsuki menanggapi perkataan Naoto dengan serius dan tidak menangkap maksud sarkasme di balik perkataannya.
"Ahh!! Aku lupa membawa kacamataku." Gumam Tatsuki sambil menyentuh sakunya.
“Biarkan dia. Ayo masuk ke dalam.”
KAMU SEDANG MEMBACA
My System Allows Me To Copy Talent
FantasíaNovel Terjemahan Judul : My System Allows Me To Copy Talent Penulis : Bloom07 Status : On going Takahashi Hiro setelah melakukan bunuh diri akan bereinkarnasi menjadi dirinya yang lebih muda. Seorang pesepakbola jenius sejak usia muda, ia kehilanga...
