Ceklek!
"Eoh! Nara, kamu habis dari mana?" Tanya Kayla yang terlihat sedang merapikan bajunya.
"Ummm ina cuman keliling aja buat liat tempat ini" Inara menjawab gugup, tidak mungkin kan dia bilang habis bertemu dengan Gus Nathan.
Kayla yang selesai menyusun bajunya di lemari itu duduk bersila di kasur milik aletha.
"Ooo, kenapa tidak ajak kita kok kamu sendirian sih" cemberut kayla.
"Hehehe" Inara menggaruk kepalanya yang tertutup jilbab, "Ina gak tau, kirain kalian tadi sibuk"
Memang tadi sebelum berangkat teman teman sekamarnya terlihat melakukan sesuatu masing-masing makanya Inara ragu buat ganggu mereka.
Kayla tampak mengangguk angguk, tadi dia memang sedang hapalan harian seperti biasanya.
Inara tampak celingak-celinguk dia baru sadar kalo cuman ada mereka berdua aja disini.
"Aletha sama sera pergi kemana?"
Kini Inara ikutan duduk bersila di kasur nya menghadap Kayla.
Kayla terlihat sedang mengingat ingat.
"Ah! Tadi mereka keluar mau beli jajanan gitu sih"
Kayla menjawab cepat.
Inara mengangguk pelan. Tapi tidak lama dia memasang wajah bingung. "Lalu Kayla gak ikut sama mereka?"
Kayla menggeleng pelan. "Gak mau!"
Lalu mereka sama sama diam dengan pikiran yang berbeda.
Kayla menopang dagunya, menatap Inara kagum. "Nar kamu kok keliatan cantik banget sekarang!" Spontan nya.
"Hah a-apa sih!?" Inara tampak tersipu di puji seperti itu.
Kayla mengangguk polos. Lalu tersenyum lebar. "Beneran nar, aku perempuan aja pangling"
Inara tersenyum malu, "makasih kay, tapi kamu juga cantik kok" balas Inara.
Kayla mengulum bibir nya. "Bisa aja kamu"
Lalu keduanya tertawa renyah.
Sudah mau masuk waktu Maghrib semua anak penghuni pondok langsung siap siap buat ke mesjid untuk melaksanakan sholat berjamaah seperti rutinitas sehari-hari.
Begitu juga sekarang Inara dan ke-tiga temannya juga tampak sedang menuju ke mesjid.
"Ser!" Panggil Inara pelan.
Sera yang lagi merapikan jilbab nya itu menoleh ke Inara.
"Kenapa?"
"Itu...Ina bisa minta tolong pakein jilbab yang kaya kamu gak?" Inara bertanya ragu.
Sera langsung tersenyum lebar, dia langsung mengambil alih jilbab Inara yang belum terpasang. "Sini tak pakein" ucapnya baik.
Inara tentu saja senang lalu dia mendekat ke Sera.
Sera tersenyum puas melihat hasil nya. Dia terkagum kagum melihat penampilan Inara yang sekarang apa lagi kalo Inara dipadukan dengan gamis tapi Inara masih belum terbiasa.
"Masyaallah nar" puji Sera.
Untuk yang kesekian kalinya Inara tersipu kembali. "Ih apaan sih ser, biasa aja kali"
Sera menggeleng ribut. Dan kebetulan Kayla dan aletha yang entah habis dari sana membuka pintu.
"Udah pada selesai Kan? Yuk" ajak aletha.
KAMU SEDANG MEMBACA
INTHAN (on going)
Romancebagaimana jika seorang wanita yang udah terbiasa hidup bebas harus merubah kebiasaan nya yang buruk menjadi lebih baik? itu yang sekarang di rasakan oleh perempuan bernama Inara ini, dia harus meninggalkan semua kebiasaan nya yang bebas cuman karna...
