"Aku ingin kau mengasuh anakku, aku ingin ia mendapatkan kasih sayang seorang ibu aku juga sudah bilang ke kakek itu dan dia menyetujui nya"
"Aku sih mau mau saja mengasuh anakmu yang menjadi masalah aku ini seorang laki laki!! Kasih sayang seorang...
Setelah perginya para bajak laut akagami desa foosha kembali lagi seperti awal tenang tanpa ada gangguan mereka melakukan aktivitas seperti biasa namun di sisi lain
Kita bisa melihat luffy yang termenung di dekat jendela dengan perasaan sedihnya ia berbicara
"Apakah aku benar-benar sendirian, tidak ada yang bisa menemaniku disini semenjak shanks pergi dan okaasan kembali bekerja huhhh"
Brakk
"Oii luffy kau di mana!!" "Itu seperti suara pak tua itu" "Aku dikamar!!"
Terlihat kamar yang ditempati luffy pun terbuka dan terlihat garp yang datang untuk mengurus cucunya karna sang mantunya sedang membantu dragon menyelesaikan masalah di kantornya
"Hei gaki apakah kau tidak ingin bertemu dengan ace dan sabo? Kakek ingin mengunjungi mereka kau ingin ikut?"
"Wahhh ace dan sabo yaa aku ikut pak tua, aku bosan jika berlama-lama disini tidak ada yang menemaniku"
Garp tahu bahwa cucunya ini kesepian dan membutuhkan teman untuk bercerita jangan salah ya reader gini gini tipe kakek yang sayang cucunya nihh
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang saja agar tidak terlalu sore"
Di tempat lain....
"M/n chan apakah kau sudah bersenang senang di desa foosha? Apakah luffy baik baik saja?"
"Yaa seperti anak kecil pada umumnya dia ceria dan sedikit nakal"
M/n berjalan dengan pelan kearah balkon yang sering di tempati oleh dragon dan melihat pemandangan yang indah dari atas sana kemudian ia berfikir kembali ia sudah meninggalkan luffy sendirian selama dua hari namun belum ada kabar dari pak tua itu yang membuat m/n gelisah
Tiba tiba datanglah dragon dengan anak kecil di gendongannya sepertinya anak itu terluka parah karna darah yang berada di sekujur tubuhnya
M/n yang melihat itu pun segera mendekati dragon dan melihat siapa yang berada di gendongan nya ketika m/n mendekat dan melihat anak itu m/n terkejut bukan main, yang berada di gendongannya dragon adalah sabo anak yang selalu di ceritakan oleh luffy
'Tunggu itu berarti... '
"Dragon mengapa sabo terluka parah seperti itu?"
"Hahh di desa foosha terjadi penyerangan, lebih tepatnya para bandit gunung yang sedang melawan bajak laut asing"
"Lalu bagaimana dengan luffy?!!" "Aku tidak tahu karna kita tidak bisa mendekat, kobaran apinya terlalu besar"
Pov m/n
Jantungku berdetak dengan cepat seolah akan pecah saat itu juga, mengapa itu terjadi ketika aku tidak berada di dekat luffy? Mengapa tidak aku saja yang menanggung?
Aku pun terhuyung ingin jatuh sebelum aku terjatuh aku sudah di tahan oleh koala namun pandangan ku terus menggelap hingga aku tidak bisa melihat apapun tapi aku mendengar suara seseorang memanggilku
Pov end
"M/n!" "M/n-kun!!" "M/n-kun bangunlah!!!"
"Koala bawalah m/n keruang kesehatan, aku masih harus mengurus anak kecil ini" "Haik dragon-san"
𝑺𝒌𝒊𝒑 𝒕𝒊𝒈𝒂 𝒉𝒂𝒓𝒊 𝒌𝒆𝒎𝒖𝒅𝒊𝒂𝒏...
Pov m/n
Aku terbangun dengan pikiranku yang kacau tentang bagaimana keadaan luffy dan ace sekarang,mengapa aku begitu bodoh meninggalkan luffy disaat yang sangat penting aku ibunya namun tidak ada di sisinya ketika ia sedang membutuhkanku
Perlahan-lahan aku berjalan keluar dari ruang kesehatan dan pergi menuju balkon yang biasa ditempati oleh dragon dan melihat pemandangan disana sambil terus berfikir kesalahanku yang meninggalkan luffy sendirian sekarang aku benar-benar merasa seperti ibu yang tidak bisa menjaga anaknya sendiri, aku merasa gagal
Ketika sedang melamun aku merasakan ada seseorang yang memelukku dari belakang ketika aku menoleh aku melihat dragon yang memelukku
"Mengapa kau keluar sini m/n ini sudah malam tidak baik kau keluar dengan keadaan tubuhmu yang tidak sehat"
"Dragon, apakah aku bukan ibu yang baik bagi luffy? Aku meninggalkannya ketika ia dalam kondisi yang tidak baik" "Jangan berfikir seperti itu kau itu ibu yang baik bagi luffy kau menyayanginya seperti anak yang lahir dari perutmu sendiri, itu sudah cukup bagi luffy" "Tapi...." "Sudahlah tidak apa apa kau juga tidak tau hal itu akan terjadi bukan? Ini sebuah kecelakaan yang tidak bisa kita duga, aku masuk dulu kedalam jika kau sudah merasa dingin langsung masuklah kedalam jangan berlama lama diluar udara pada malam hari tidak bagus"
Setelah mengucapkan itu dragon langsung mengampirkan selimut di pundakku aku tidak ingin kedalam dulu, aku masih ingin menikmati semilir angin dan melihat bulan pada malam ini
Pov end
Bulan perlahan muncul dari balik awan, cantiknya sinar bulan pada malam hari memecah gelap di malam itu, membuat siapa saja membisu ketika melihat bulan yang bersinar terang. Suasana sunyi menambah kesan yang tenang, di malam itu bulan adalah saksi bagi m/n yang menangis tanpa suara