01
Minggu Pagi
Play
Sunday Morning - Maroon 5
───
BISA dikatakan satu-satunya waktu dimana Kos AA sepi adalah hari Minggu pagi. Sebagai pihak yang pasti punya kegiatan di malam Minggu, Jojo baru pulang larut malam dan pastinya masih tidur nyeyak di kamarnya setelah menghabiskan malam minggunya manggung dengan band bentukannya.
Sebagai pihak lain yang juga berkegiatan di malam Minggu, tiga laki-laki lain penghuni Kos AA juga belum terlihat berada di kos. Mika pasti menginap di kampus lagi, seperti akhir pekan lain karena agenda jurusannya yang tidak selesai-selesai. Jefri juga kemungkinan besar ada di markas kebesaran organisasinya karena malam minggu selalu menjadi waktu yang tepat untuk membuat forum diskusi bagi mahasiswa-mahasiswa tanpa gandengan sepertinya dilanjutkan dengan agenda rutinnya di hari Minggu pagi.
Kemudian Evan sudah bisa dipastikan berada di salah satu kos temannya dan baru tidur subuh tadi karena bermain game tidak kenal waktu dan tidak bisa dipastikan kapan dia akan kembali ke kosan. Sedangkan kaum hawa juga dengan agendanya masing-masing. Ira pastinya sedang menjalankan ritual beli bubur pagi dengan Mas Pacar dan baru akan kembali ke kos di saat sinar matahari sudah mulai menyengat.
Di sisi lain, setelah menghabiskan malam panjang bersama dengan komputernya menyelesaikan daftar pekerjaan joki ketik sampingannya, Ochi masih nyaman dengan kasurnya dan tidak akan bangun sampai nanti siang atau bahkan sore. Semua penghuni kos tahu bahwa pagi bukanlah waktunya Ochi.
Tapi, sebagai satu-satunya penghuni kos yang ada dan sadar pagi ini, Una sudah punya agendanya sendiri, sehingga dia sudah siap dengan pakaian olahraganya berdiri di depan pintu kamar Ochi bersiap untuk membuka pintu itu.
"Ayo jogging!"
Ochi bahkan belum sampai berniat untuk membuka mata, tapi sudah keduluan oleh cahaya dari luar kamarnya yang memaksanya untuk bangun.
Si pelaku sudah berdiri di depan pintu membelakangi cahaya dengan senyum tanpa dosa, lengkap dengan pakaian olahraga andalannya.
"Apa sih, Na?" ucap Ochi yang kini kembali merapatkan selimut ke badannya tanpa terlalu memedulikan kehadiran tetangga kamarnya itu.
Una yang melihat itu langsung menghampiri Ochi dan menarik selimut yang semula menutupi tubuh Ochi.
"Ayo, Cik jogging biar sehat," kata Una sembari melipat instan selimut itu.
Sementara empunya hanya menggeliat malas di atas kasur, "Kamu kesurupan noni joglo, ya? Biasanya juga jogging sendiri."
"Ini enggak biasanya," jawab Una santai.
Ochi masih dengan posisi rebahan menarik kembali selimut yang sebelumnya sudah dilipat asal oleh Una untuk menghangatkan tubuhnya lagi.
"Ajak yang lain aja, Na. Aku baru tidur tadi subuh," balas Ochi malas.
Una mendengus, "Kamu tega temen kamu yang secantik aku ini digodain jamet kompleks, Cik kalau jogging sendirian?"
Terdengar kekehan singkat dari Ochi sebelum dirinya berucap tanpa membuka mata, "Sok Mas Ayut godain nih temen saya!"
Una menghela napas sambil memandang tubuh temannya itu yang sudah nyaman bergelung bersama semua peralatan tidur.
───
Sarapan super murah di Warung Gudeg 97 milik Jeng Sri di simpang kompleks memang tidak pernah salah.
Mika yakin ada sesuatu di tangan Jeng Sri yang membuat masakannya berbeda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gudeg 97
General FictionDengan membuka halaman ini, kalian akan mengikuti cerita tujuh anak kuliahan yang sedang menghadapi huru-hara kehidupan di kosan mereka, AA Club. Semoga akrab dengan mereka semua!
