02. Roti Bakar Spesial

1.4K 113 6
                                        

02
Roti Bakar Spesial

Play
Wajahmu Mengalihkan Duniaku - Afgan

───

EVENT tahunan fakultas teknik bisa dibilang sebagai salah satu event terbesar yang ada di Universitas Mulya Raya, UMAR. Sebagai fakultas dengan penghuni terbanyak, Teknik memang selalu memiliki sajian spesial.

Setiap tahunnya, fakultas teknik akan mengundang bintang tamu besar untuk memeriahkan event tahunan mereka ini.

Tahun ini mereka akan menghadirkan band yang sedang naik daun sebagai headliner. Semua tiket hampir terjual habis dalam waktu singkat, lebih banyak sponsor berdatangan setelah itu.

Bayangkan bagaimana repotnya panitia di balik layar persiapan event ini. Mungkin sudah lupa makan dan tidak tidur, tidak terkecuali Jojo dan Mika sebagai representasi dari mahasiswa aktif Fakultas Teknik UMAR.

"Oy, jalan yang bener! Bisa enggak?!"

Mika mengalihkan perhatiannya dari kotak sound dengan beban berkilo-kilogram ini ke arah Mas Sastra yang barusan meneriakinya.

Mika bisa melihat mata itu memicing tajam ke arahnya dengan ekspresi kesal.

Melihat semua orang ikut memerhatikannya karena seruan itu, Mika tidak mau menunda waktu untuk membalasnya.

"Aman, Mas!" balas Mika masih sambil mengangkat kotak sound itu di depan tubuhnya.

Dari kejauhan Mas Sastra hanya mengangguk paham sambil memberinya ibu jari. Mika akhirnya meneruskan kegiatannya yang sempat tertunda tadi.

Dia menempatkan sound di samping panggung. Ini adalah tugasnya yang terakhir hari ini sebagai anggota divisi logistik.

Mika sudah lebih mirip tukang sound hari ini karena yang dia lakukan seharian kebanyakan berkutat dengan kotak-kotak sound yang harus dipindahkan mendekati panggung.

Seharian mendengar teriakan Mas Sastra kepada semua orang juga membuat telinganya pengang. Bekerja di bawah pengawasan Mas Sastra itu tantangan tersendiri yang mungkin enggak akan diulangi oleh Mika.

Sebagai seorang senior ternama di Fakultas Teknik UMAR, nama Sastra sudah sangat masif di semua angkatan. Eksistensinya yang tidak pernah luput dari dunia per-teknik-an membuatnya makin dikenal dan disegani banyak lapisan.

Mas Sastra bukan tipe pemimpin yang membuat anggotanya nyaman dalam bekerja, tapi sayangnya semua event yang pernah digarapnya sukses besar. Jadi, cara kerjanya tidak bisa sepenuhnya dihujat juga.

Malah terkadang bekerja di bawah pengawasan Mas Sastra menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi sebagian anak teknik karena dianggap sudah berhasil melewati salah satu tantangan berat dalam bab bertahan hidup.

"Mik, ayo pulang," Mika yang baru selesai menstabilkan napas menoleh ke sumber suara.

Jojo yang sudah siap pulang berdiri di sebelahnya dengan tas yang terselampir di satu sisi bahunya.

"Duluan aja, aku mau laporan dulu sama ketua," balas Mika sambil menggeleng.

Jojo kemudian hanya menepuk pundak Mika dua kali sebelum mengucapkan salam perpisahan dan keluar dari auditorium UMAR.

"Yaudah, aku duluan."

Setelahnya Jojo meninggalkan Mika yang masih menetralkan pernapasannya setelah berhasil memikul beban terakhir yang dia letakkan sebelumnya.

Langit sudah gelap saat Jojo beranjak keluar dari venue. Jarang-jarang udara Jogja sedingin saat dia menginjakkan kakinya tepat di luar gedung.

Jojo baru ingat akan eksistensi jaket yang sudah terpasang rapi di tubuhnya, maka untuk menambah kehangatan, dia merapatkannya.

Gudeg 97Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang