(BIASAKAN VOTE DULU SEBELUM BACA!!)
Hai!
Aku up lagi
I hope you enjoy this part
Happy reading
Saat Aileen memasuki kantin, banyak yang menatapnya dengan tatapan mencemooh. Mungkin?
Aileen mengernyit bingung, apa yang salah dengan dirinya? Aileen mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin dan melihat Chelsea melambaikan tangan. Aileen segera menghampiri meja kedua sahabatnya itu.
"Leen, lo udah liat Lambe Turah SHS belum?" tanya Chelsea menatap Aileen.
Aileen menggeleng. "Belum, emang kenapa?"
Calista dan Chelsea saling pandang, lalu Calista mengangguk. Keduanya seperti melakukan komunikasi lewat mata mereka.
"Jadi gini, Leen, tapi lo jangan marah, oke?" Chelsea menatap Aileen dengan waswas.
Aileen mengangguk. "Tergantung," gumamnya pelan.
Chelsea menyodorkan ponselnya ke hadapan Aileen. Aileen melihat postingan terbaru Lambe Turah SHS, alisnya menukik tajam melihat caption postingan tersebut. Aileen paling tidak suka dengan rumor sampah seperti ini.
Aileen refleks ingin membanting ponsel mahal milik Chelsea, namun berhenti karena teriakan melengking sahabatnya itu.
"OMG! AILEEN, HP GEMOY GUE MAU LO BANTING?! PLEASE, INI BARU BELI KEMARIN," histeris Chelsea sambil memeluk ponselnya erat-erat.
Akibat teriakan Chelsea yang menggelegar, seketika meja ketiga cewek cantik itu menjadi pusat perhatian, sedangkan Aileen dan Calista hanya menutup telinga mereka.
Calista menatap Chelsea kesal. "Sea, kalau teriak tuh lihat-lihat tempat dong, malu gue diliatin satu kantin."
Aileen menghela napas pelan. "Budeg gue lama-lama deket lo, Chel."
"Ih, kok pada nyalahin gue sih? Aileen tuh sembarangan mau lempar hp gue. Gak tau apa hp tuh benda berharga di hidup gue," protes Chelsea tidak terima.
Setelah Chelsea mengutarakan kekesalannya, ia pun memalingkan wajah ke arah lain. Ngambek, satu kata yang terlintas di pikiran Aileen dan juga Calista.
Calista angkat bicara. "Sea, kita gak ada maksud buat nyinggung perasaan lo, kalau gitu kita minta maaf ya?"
Chelsea tetap menatap ke arah lain, tidak menghiraukan ucapan Calista.
"Yaudah deh, lo mau minta apa nih? Biar lo bisa maafin kita."
Chelsea menoleh dan menatap kedua sahabatnya itu berbinar.
"Serius?! Tapi terserah gue ya," Chelsea menatap kedua sahabatnya dengan mata berbinar.
Calista dan Aileen saling pandang satu sama lain, lalu keduanya mengangguk ragu.
Chelsea tersenyum misterius. "Gue mau..."
...
Terdengar gelak tawa dari beberapa pemuda yang ada di tempat itu, menyebabkan suasana menjadi ramai dan menyenangkan.
"Hahahaha, gila, komuk lo pengen gue tampol rasanya," Arsen tertawa terbahak-bahak sambil memegang ponsel yang menunjukkan wajah Alvaro yang sedang bengong.
"Aduh, perut gue kram, hahaha," Arsen memegang perutnya yang kram dengan sisa tawa yang masih ada.
"Hapus gak?!" kesal Varo karena Arsen menunjukkan aibnya di depan inti dan beberapa anggota Black Blood. Ya, mereka sekarang sedang berkumpul di markas BB yang luasnya sudah seperti mansion saja.
Arsen memalingkan wajahnya angkuh. "Berani bayar berapa lo?"
Varo yang kesal pun berusaha menggapai ponsel milik Arsen. Tapi Arsen yang paham pun langsung lari menghindari Varo.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD?! It's Me!{END}
Teen Fiction(BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!) hi guysss Don't forget to enjoy the story Happy reading ❤️ _______________________________________________ AILEEN PRASYA A. Orang orang yang pertama kali bertemu dengan nya akan menyebutnya 'gadis yang menggem...
