(BIASAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA!)
hi guysss
Don't forget to enjoy the story
Happy reading ❤️
Telah direvisi!
______________________________________________
Indonesia. Aileen kembali ke sana, bukan tanpa alasan. Masalalu memaksanya kembali dan m...
Hi! Welcome to my story! I hope you enjoy this story!
Bandara internasional Soekarno-Hatta
"Halo?kalian dimana?"tanya Aileen pada sahabatnya
"Aduh sorry ya leen kita gak bisa jemput lo, soalnya mobilnya tiba-tiba mogok," ucap Calista di sebrang sana.
"Oh yaudah gapapa, nanti gue minta jemput bodyguard,"ucap Aileen.
"Iya leen sekali lagi sorry ya, yaudah gue matiin dulu, take care oke?"
"hm."
Setelah itu Aileen memutuskan untuk meminta bodyguardnya mengantarkan mobil ke bandara.
10 menit kemudian
"Ini nona kunci mobilnya, silahkan," ucap bodyguard itu sopan seraya mempersilahkan Aileen masuk ke dalam mobil Ferrari merah.
"Thanks," ucap Aileen seraya masuk ke dalam mobilnya dan tancap gas.
Diperjalanan banyak yg menyumpah serapahi Aileen karena mengendarai mobil dengan ugal ugalan tapi Aileen tidak memperdulikan itu, toh dia hanya ingin bersenang-senang.
Tapi kesenangannya tidak berlangsung lama, karena di depan sana ada pertarungan yang menutupi jalan. Terpaksa Aileen harus menghentikan laju mobilnya.
Aileen hanya memperhatikan perkelahian itu dengan tenang tanpa niat membantu sedikitpun, lumayan lah hiburan pikirnya. Namun lama kelamaan dia kesal karena perkelahian itu tidak selesai-selesai, akhirnya dia membunyikan klakson dengan kesal.
Tin Tin Tin Tin Brumm
Perkelahian itu terhenti dan semua memusatkan perhatian pada mobil Ferrari merah yang sedang melaju ke arah mereka.
"Lain kali kalo mau berantem jangan disini. Niat mau berantem apa cari validasi?" ucapnya pada cowok bertindik seraya tersenyum miring.
Aileen menutup kaca mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.
"BUBAR SEMUA" teriak cowok bertindik tadi lalu pergi dengan emosi di susul teman temannya.
.....
Di markas Black Blood, Alfa mengamuk, melampiaskan semua emosi yang menguasai dirinya.
Prang.
Brak.
Bugh.
Alfa membanting dan memukul semua barang yang terlihat di hadapannya. Ia tidak menghiraukan tangannya yang sudah lecet dan mengeluarkan darah.
"ARGHH, BRENGSEK! LIAT AJA GUE BAKAL BALAS DENDAM."
Arsen menatap Alfa dengan ngeri. Melihatnya marah sudah biasa, tetapi melihatnya mengamuk seperti ini sangat jarang. Alfa lebih sering memilih memendam emosinya karena jika dilampiaskan, hasilnya akan seperti ini.
Alfa semakin tidak terkendali. Markas berantakan, banyak barang yang hancur. Melihat itu semua, Agam tidak tinggal diam. Ia segera menghentikan Alfa.
"Udah, berhenti."
Alfa menatap Agam dengan kesal. "Jangan halangi gue."
"Gue gak menghalangi lo, tapi liat sekitar. Markas berantakan, banyak barang yang hancur. Terus liat teman-teman lo. Mereka, gue, dan lo sama-sama butuh istirahat. Kita semua capek," jelas Agam panjang lebar.
Alfa masih mempertahankan tatapan kesalnya kepada Agam. Ia masih tidak terima.
"Kita diskusi."
Setelah mengatakan itu, Varo melangkah menuju ruang khusus inti. Sebagai wakil, ia harus menengahi segala kekacauan ini.
Semua mengikuti langkah Varo. Alfa yang melihat mereka pergi akhirnya terpaksa mengikuti dan ikut bergabung di sana.
👿
Aileen
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.