14.Detektif ✓

1.6K 40 0
                                        

(VOTE DULU SEBELUM BACA!!)

Hai!
Aku up lagi
I hope you enjoy this part
Happy reading ~

Bel pulang sekolah telah berbunyi sepuluh menit yang lalu. Aileen dan kedua sahabatnya sedang menuju parkiran untuk mengambil kendaraan masing-masing. "Leen, lo yakin bisa bawa motor?" tanya Calista dengan tatapan khawatir kepada Aileen.

Aileen menoleh dan kemudian mengangguk. "Gue takut lo kenapa-kenapa, Leen," Calista masih mengkhawatirkan Aileen.

"Leen, kalau emang gak bisa, gak apa-apa, jangan dipaksain. Biar gue antar ," timpal Chelsea yang sama khawatirnya.

"Girls i'm ok, i'm fine,gwenchana",ujar Aileen meniru trend tiktok yang langsung mendapat tatapan kesal dari kedua sahabat nya,Aileen hanya terkekeh melihat wajah kesal mereka.

"Leen, gue serius," Chelsea memberengut kesal. "Ekhm! Iya iya, jujur gue udah gak apa-apa sekarang, jadi gak usah khawatir, oke? Gue mau pulang, bye." Tanpa menunggu respons dari Chelsea dan Calista, Aileen langsung berjalan menuju motor kesayangannya dan melaju pergi.

Chelsea dan Calista hanya bisa mengelus dada menghadapi tingkah laku Dede gemas mereka itu. "Ya udah, yuk kita juga pergi," ucap Chelsea dengan semangat. Calista mengernyit bingung, "Kenapa tiba-tiba lo jadi semangat?"

"Kan kita mau jadi detektif," jawab Chelsea. Calista yang mengerti hanya mengangguk lalu berjalan menuju mobilnya, diikuti oleh Chelsea. Mereka memang sudah berencana pulang bersama karena tujuan mereka sama, yaitu untuk menjadi 'detektif'.

Sementara itu, di koridor ada tujuh siswa paling dicari di SMA yang sedang menuju parkiran. Koridor yang mulai sepi itu diisi dengan gelak tawa dari lima anggota inti BB, kecuali dua kutub es tentunya.

"Hahaha, bisa-bisanya kemarin Varo dikejar banci di lampu merah, hahaha," Adrian tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian kemarin di warung makan yang dekat dengan lampu merah.

"Hahaha, mana di kejar sampe muter trotoar lagi,"timpal Agam ikut menistakan varo yang mukanya di tekuk karena kesal.

"Gimana var? Sayang kamu jangan lari dong sini aku peluk ~ hahaha,"arsen menirukan suara banci kemarin dengan gaya alay nya dan di iringi tawa Arsen,Adrian,Adnan,Agam sedangkan dua Alfa dan Axel hanya terkekeh kecil.

Varo mukanya memerah menahan kesal "BANGSAT, di ingetin lagi padahal gue udah mau lupa. Jujur gue trauma makan di pinggir jalan bukannya tenang malah kacau,"raut wajah Varo seketika berubah yang awalnya kesal jadi menunjukkan wajah tertekan karena ingat kejadian kemarin.

Arsen dan inti sahabat nya yang lain tertawa melihat wajah Varo yang tertekan "makanya jadi cowok jangan sok keren,yang nyantol bukannya cewek cantik malah cewek jadi jadian," ejek arsen.

"Ah udah lah bad mood gue,"Varo menekuk wajahnya.

"Ngambek tuh,"ujar Agam.

Adrian menatap Arsen "lo sih."

"Gue lagi gue lagi,"gumam Arsen kesal.

"Btw Lo tadi kemana Al? Bolos kok gak ngajak ngajak kita, tumben," Adnan bertanya sekaligus mengalihkan topik agar Varo tidak semakin kesal.

"Gue ada urusan,"jawab Alfa singkat.

Adrian tersenyum jahil"urusan apa urusan? Gue dengar denger sih Lo habis gendong Aileen ke UKS,terus ada yang bilang juga Lo jagain dia sampe jam pulsek."

Memang saat pelajaran olahraga tadi ketujuh most wanted itu tidak ikut karena mereka masih menjalankan hukuman untuk membersihkan perpus karena terlambat, jadinya mereka tidak ada di lokasi. Tapi kok Alfa bisa ada di koridor? Jawabannya karena Alfa berniat ke kantin untuk membeli minum tapi ia malah melihat kerumunan, alhasil Alfa menghampiri kerumunan itu dan melihat Aileen tergeletak dengan kesadaran yang hampir hilang. Jadi dia tolong saja hitung hitung nambah amal.

Arsen membulat kan matanya pura pura terkejut,karena dia sudah tahu berita itu "gila?! Beneran Lo gendong Aileen?! Akhirnya Alfa gue nemuin belahan jiwanya,"dramatis Arsen.

Alfa menatap tajam Arsen sedangkan yang di tatap hanya tertawa begitupula sahabat Alfa yang lain.

"Gue cuma nolong dia gak lebih,"ucap Alfa datar.

"Lebih juga gapapa,"timpal Axel dengan smirk mengejek Alfa.

Tak terasa ketujuh cowok tampan itu sudah tiba di di parkiran, mereka langsung menaiki motor masing masing dan tancap gas.

......

Calista dan Chelsea kini berada di kediaman Cassandra, tepatnya di kamar Calista. Chelsea menginap di mansion Cassandra untuk mempermudah 'misi' mereka.

Setelah keduanya mandi dan merawat kulit, mereka sekarang tengah fokus menatap layar laptop yang menampilkan angka-angka yang sulit dimengerti.

"Gimana cal?,Lo bisa gak?"

"Of course,Lo ngeremehin gue?"

"Ck,gak gitu kalo emang lo gak bisa sini biar gue bantuin"

Calista yang tengah fokus menatap layar laptop dengan tangan yang lincah bergerak di atas keyboard hanya berdehem sebagai jawaban atas tawaran Chelsea.

Keduanya kembali fokus pada 'misi' mereka. Setelah 20 menit berlalu, akhirnya misi mereka berhasil. Ingin tahu apa misinya? Ya, mereka mencari orang yang telah melempar bola basket kepada Aileen.

Chelsea terbelalak kaget"WHAT?! Jadi si cewek gatel itu yang ngelempar basket ke degem gue?!" Pekik Chelsea tertahan karena dia masih sadar ini bukan mansion nya sendiri jadi harus sopan ygy.

Calista pun sama terkejut nya tapi dia bisa mengendalikan diri,"udah gue duga, semenjak pengtengkaran Aileen sama ni cewek dia gak akan diem aja kan? Pasti dia akan balas dendam apalagi dia udah di permaluin sama Aileen di depan banyak orang. "

Chelsea mengangguk"bener juga kata lo, tapi caranya murahan anjir,masa gak langsung nunjukin wajah di depan Aileen mana main sembunyi sembunyi lagi itupun ketahuan,"sarkas Chelsea dengan wajah yang memerah menahan kesal.

"Udah biarin aja dulu yang penting kita udah punya buktinya kan?"

"Iya sih, tapi gue gedeg banget sama tu cewek."

Akhirnya Calista hanya pasrah mendengar ocehan menggebu gebu Chelsea.

......


(JANGAN LUPA VOTE)
!!HARGAI USAHA AUTHOR!!

Gimana part ini?
Semoga suka ya..
Jangan lupa votemen nya yang kenceng biar semangat up nya

Kritik dan saran langsung komen 👇
Btw thanks udah mampir 🤗
See you next part
NEXT?!

#revisi

BAD?! It's Me!{END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang