every "maju sini lu!" bf, need "hajar sayanggg" bf;
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(gak ada yang benar dari cerita ini, dan gak ada yang bisa di contoh dari cerita ini. harap di pahami bahwa ini fiksi dan hanya untuk hiburan semata.)
[[]]
yoshi hembuskan kepulan asap rokok ke wajah pacarnya yang baru saja selesai mencak mencak dan mengakhiri nya dengan menendang meja di hadapannya, akibatnya gelas gelas plastik yang berisi pesanan mereka tadi jatuh berhamburan.
"harus pakai nendang nendang?"
junghwan berdecak malas, dorong bahu yoshi agar terduduk dan naik keatas pangkuan yoshi, "iya maaf, kan tinggal di pesan lagi aja."
yoshi hembuskan nafasnya malas, tangannya melingkar di pinggang ramping milik junghwan dan raih ponselnya untuk kemudian kembali pesan minuman persis seperti yang sebelumnya mereka pesan.
"ada yang mau nambah jajan?" yoshi tawarkan teman teman sekumpulannya yang semua mukanya udah sepet karena memang tempat balapan mereka baru saja di serang oleh kumpulan sebelah.
iya, itu juga yang buat junghwan tadi mencak mencak dan tendang meja kesal.
yang lain menggeleng, gak ada tambahan mau jajan apalagi. maka yoshi beralih tanya pacarnya, dan pacarnya cuman mau tambahan es krim.
setelah selesai memesan ulang, yoshi letakkan ponselnya diatas paha junghwan dan berdeham, "jadi kita mau nya gimana? serang balik?"
"iya, serang balik," junkyu yang memang banyak dirugikan ini gak mau banget gak nyerang balik itu kumpulan sebelah.
"gw udah banyak ngeluarin duit buat itu arena, gila aja gak kita serang balik arena mereka."
yoshi mengangguk, "sebenarnya target gw, kita gak perlu nyerang arena mereka," lalu yoshi tunjuk kearah jeongwoo yang daritadi cuman sibuk nguncirin rambut haruto yang makin panjang, "pake aja jeongwoo."
"hah? gw?"
yoshi mengangguk, "lu maju bareng junghwan buat cari tahu dimana markas nya si johan, dia sepupu jauh kalian berdua kan?"
jeongwoo mengangguk saja, "iya sih, bisa aja gw cari tahu."
"karena titik lemah nya si johan itu tuh di markas dia, pasti banyak berkas di markas nya dia. jadi kalau udah kena ketitik lemah, kita bakalan lebih gampang nemuin cabang dia dimana."
semua mengangguk, setuju. tapi tidak dengan junkyu yang seperti masih menimang sesuatu.
"kalau udah nyerang titik lemah, gw bisa panggil anak anak buat langsung ngancurin arena punya mereka, gimana?"
dan junkyu akhirnya setuju.
"oke, merapat semua nya."
segera saat itu juga, di markas mereka ini satu rencana rapih tersusun.